Pemerintah Siapkan Tiga Bandara sebagai

Pemerintah menyiapkan tiga bandara sebagai super hub guna mendukung penataan ulang jaringan penerbangan domestik dan internasional.

Ketiga bandara itu adalah Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai (Bali), Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (Balikpapan), dan Bandara Internasional Sam Ratulangi (Manado).

BACA JUGA

Kemhub Hadirkan Layanan Teman Bus di Bali

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan ( Kemhub ), Novie Riyanto mengatakan, Bandara Ngurah Rai akan terus dikembangkan sehingga diharapkan berkapasitas 50 juta penumpang per tahun. Adapun Bandara Ngurah Rai nantinya didukung Bandara Bali Utara sehingga ada kapasitas yang sesuai target.

“Terkait dengan hub primer dan super hub , ini plan kami bahwa Bali akan dikembangkan besar sehingga dapat melayani 50 juta penumpang ke depannya,” ujar Novie di Jakarta, Kamis (17/9).

Selain itu, Bali mempunyai posisi penting yang letaknya di pusat transportasi udara nasional sehingga berpotensi dikembangkan menjadi pusat hub nasional dan internasional sekaligus pusat kargo transhipment nasional dan internasional.

BACA JUGA

Penumpang di Bandara AP II Bisa Naik Jadi 2 Juta Orang

Lebih lanjut, Novie menuturkan, Bandara Sepinggan pun bakal menjadi prasarana transportasi udara berstatus super hub karena menjadi pintu masuk utama melalui penerbangan ke calon ibu kota baru di Kalimantan Timur.

“Kemudian, ada juga di Balikpapan di mana di situ ada bandara internasional yang akan kita koneksikan dengan ibu kota baru,” imbuh mantan direktur utama AirNav Indonesia itu.

Selain itu, pemerintah menyiapkan Bandara Sam Ratulangi di Sulawesi Utara sebagai salah satu hub internasional. Menurut Novie, karena letaknya yang strategis, bandara ini diharapkan mengakomodasi ekspor produk perikanan maupun industri lainnya di Indonesia timur sehingga dapat terkoneksi langsung dengan Tiongkok, Jepang, Korea, dan negara di Eropa timur.

BACA JUGA

Tak Ada Istilah Bandara Internasional

“Ini semua masih kita bahas intensif sehingga jaringan rute domestik dan jaringan rute pariwisata semuanya bisa terkoneksi secara baik dan memberi dampak besar bagi Indonesia,” papar Novie.