Pemerintah Sediakan Bus Gratis di Stasiun Cilebut, Bojong Gede, dan Citayam

Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menyiapkan bus sebagai angkutan alternatif bagi pengguna kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bogor.

Tidak hanya di Stasiun Bogor, layanan bus gratis juga akan disiapkan melalui Stasiun Cilebut, Stasiun Bojong Gede, dan Stasiun Citayam, Senin (20/7/2020) pagi.

Kini, rata-rata pengguna KRL dari Bodetabek menuju Jakarta pada Senin pagi mencapai 97.000 orang. Sebanyak 73.700 penumpang di antaranya berasal dari KRL relasi Bogor-Jakarta. Sebanyak 15.000 pengguna KRL berasal dari Bekasi dan selebihnya berasal dari Tangerang.

Pengoperasian bus alternatif ini, dilakukan untuk menghindari terjadinya penumpukan penumpang KRL di stasiun.

“Ada 125 bus yang telah dialokasikan untuk menghindari terjadi penumpukan penumpang di stasiun, besok,” ujar Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Polana B Pramesti, Minggu (19/7/2020).

Polana menjelaskan, sebanyak 80 bus di antaranya terdiri dari 30 bus sedang dan 50 bus besar akan disiapkan sebagai angkutan alternatif untuk keberangkatan dari Stasiun Bogor dengan tujuan Stasiun Juanda, Stasiun Tanah Abang, Stasiun Manggarai, Stasiun Dukuh Atas (Sudirman), dan Stasiun Tebet.

Stasiun Cilebut akan disediakan sebanyak tujuh bus sedang dan Stasiun Bojong Gede sejumlah delapan bus sedang untuk tujuan meliputi Stasiun Juanda, Stasiun Tanah Abang, Stasiun Manggarai, Stasiun Dukuh Atas (Sudirman), dan Stasiun Tebet.

“Di Stasiun Cilebut, titik keberangkatan bus berada di Perumahan Pesona Cilebut. Sedangkan, untuk Stasiun Bojong Gede, bus akan disiapkan di Terminal Angkot Bojong Gede,” katanya.

Selanjutnya, Stasiun Citayam akan disiapkan bus sedang sebanyak lima unit. Untuk keberangkatan dari Stasiun Citayam bus akan melayani masyarakat dengan tujuan Stasiun Sudirman, Stasiun Manggarai, dan Stasiun Juanda.

Selain dari stasiun-stasiun di atas, masyarakat Bogor juga dapat memanfaatkan layanan 10 unit bus besar yang akan disiapkan melalui Botani Square dengan tujuan Stasiun Sudirman (Dukuh Atas) dan Stasiun Juanda.

Tak hanya beroperasi di Bogor, pengguna KRL dari Bekasi juga memanfaatkan layanan angkutan alternatif, akan disediakan sebanyak 15 unit bus besar di Stasiun Cikarang, dengan tujuan Stasiun Manggarai dan Stasiun Dukuh Atas (Sudirman).

Polana menambahkan, meski telah disediakan angkutan alternatif berupa bus, bukan berarti antrean calon pengguna KRL di stasiun akan hilang sama sekali. “Tetap akan ada potensi terjadinya antrean di stasiun,” imbuhnya.

Hal ini, karena adanya penerapan protokol kesehatan yang harus dilalui dengan memenuhi prosedur yang telah ditetapkan untuk dapat menggunakan KRL.

“Ketentuan protokol kesehatan seperti pengukuran suhu tubuh dan adanya keharusan menjaga jarak baik sebelum maupun selama berada di dalam stasiun, secara otomatis mengakibatkan terjadinya antrean,” ungkapnya.

Menurutnya, segala ketentuan yang telah ditetapkan dalam bertransportasi hendaknya dapat dipahami, mengingat saat ini masih terjadi pandemi Covid-19.

“Dibutuhkan pemahaman masyarakat jika memang harus terjadi antrean. Yang kita usahakan bersama saat ini, adalah bagaimana proses antrean dapat berjalan dengan secepatnya,” ujarnya.

Penyediaan bus sebagai angkutan alternatif merupakan langkah pemerintah supaya ketika terjadi penumpukan dapat segera teratasi. Di sisi lain, pihaknya berharap adanya pemahaman dan kerja sama masyarakat jika terdapat kemacetan akibat dampak dari penyediaan bus di stasiun-stasiun yang telah ditentukan.

Berita terkait: