Pelanggaran Tinggi, Disiplin Berlalu Lintas Pengendara Sepeda Motor Rendah

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat, menilang 8.496 pelanggar dalam lima hari Operasi Patuh Jaya, sejak tanggal 23 hingga 27 Juli 2020, di Ibu Kota Jakarta dan sekitarnya. Pelanggaran yang terjadi didominasi oleh pengemudi sepeda motor dengan jumlah 6.634.

Merespon hal itu, pemerhati masalah transportasi Budiyanto mengatakan, penyebab pengendara sepeda motor paling tinggi melakukan pelanggaran dan terlibat kecelakaan karena disiplin berlalu lintas yang rendah.

“Data selama ini menunjukan bahwa sepeda motor merupakan pelanggar dan kendaraan yang terlibat kecelakaan lalu lintas paling tinggi dibanding dengan moda transportasi yang lainnya. Penyebabnya adalah masalah disiplin pengguna sepeda motor yang masih rendah dan secara kuantitatif perkembangan sepeda motor jumlahnya paling tinggi juga,” ujar Budiyanto kepada , Selasa (28/7/2020).

Dikatakan Budiyanto, di sisi lain budaya permisif cukup tinggi berkembang di tengah-tengah masyarakat. Kemudian, aspek penegakan hukum belum mampu memberikan efek jera karena penetapan vonis dari pengadilan masih rendah dibanding ancaman hukuman maksimal.

“Misalnya, pelanggaran rambu yang diatur dalam Pasal 287 ayat (4) huruf a, dipidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500.000. Dalam penetapan putusan paling-paling sekitar Rp 75.000 sampai dengan Rp 150.000,” ungkapnya.

Budiyanto menyampaikan, kesimpulan kenapa sepeda motor paling tinggi melakukan pelanggaran yakni, disiplin pengendara sepeda motor masih rendah, secara kuantitatif perkembangan sepeda motor paling banyak dibanding moda transportasi lain.

“Kemudian budaya permisif dan penegakan hukum belum mampu memberikan efek jera kepada pelanggar,” katanya.

Berdasarkan data, Ditlantas Polda Metro Jaya, menilang 8.496 pelanggar selama lima hari Operasi Patuh Jaya 2020. Sementara pada kurun waktu yang sama di tahun 2019, polisi menilang 35.059 pelanggar, turun 26.563 atau 75,8%.

Sementara itu, kendaraan yang terlibat pelanggaran selama lima hari Operasi Patuh Jaya didominasi sepeda motor baik tahun 2020 maupun 2019. Tahun 2019 jumlah sepeda motor yang melakukan pelanggaran sebanyak 25.987, sedangkan tahun 2020 berjumlah 6.634, turun 19.353 atau 74,5%.

Berita terkait: