Pelanggar Protokol Kesehatan di Tangerang Dimasukkan ke Mobil Jenazah

Puluhan orang di kawasan Citra Raya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang kembali diamankan oleh Satgas Covid, Petugas Satpol PP, TNI dan Polri yang menggelar operasi yustisi pada Kamis (17/9/2020). Dimana mereka yang terjaring dalam operasi tersebut tak hanya dikenakan sanksi hukuman fisik dan teguran lisan, mereka juga diminta masuk ke mobil jenazah selama 3-5 menit. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan efek jera kepada para pelanggar protokol kesehatan yang ada di Tangerang.

BACA JUGA

Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan Harus Komprehensif

“Untuk memberikan efek jera kita masukkan mereka yang tidak memakai masker dan melanggar protokoler kesehatan akan kita masukan ke mobil jenazah, dan di dalam sana diberikan nasehat dari seorang kyai atau ustadz kurang lebih selama 2 sampai 5 menit,” terang Camat Panongan Kabupaten Tangerang, Rudi Lesmana.

Ditambahkannya, untuk di Kecamatan Panongan sendiri operasi yustisi rutin digelar setiap hari sejak seminggu lalu dimana disana ada 3 posko yang diaktifkan untuk memberikan kesadaran pada masyarakat agar mematuhi protokoler kesehatan.

“Masyarakat kita hukum dengan tiga pilihan apabila mereka tidak memakai masker namun masih membawa KTP mereka berhak memilih hukuman seperti push-up atau membaca Pancasila tetapi apabila mereka tidak memakai masker dan tidak membawa KTP maka mereka akan dimasukkan ke dalam mobil jenazah,” tegasnya.

Helmi yang menjadi salah satu pelanggar dan dihukum karena tak menggunakan masker saat berperegian dan beraktifitas mengaku kaget dengan hukuman yang diberikan kepada-nya. Lantaran hukuman masuk ke dalam mobil jenazah mengingatkan dirinya akan kematian yang bisa saja terjadi kalau tidak taat menggunakan masker.

BACA JUGA

Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan Belum Diatur, KPU Harus Revisi Aturan

“Kaget juga disuruh masuk ke mobil jenazah. Karena biasanya kan cuma suruh nyanyi lagu kebangsaan atau disuruh bersihin sarana umum. Kalo ini masuk mobil jenazah, ngeri juga. Dan di dalam tadi sempet kepikiran juga kita yang ada (jenazah) di dalam keranda-nya dan itu mungkin bisa terjadi kalau kita enggak patuh. Ke depan saya akan berusaha menggunakan masker deh,” kata Helmi.