Pelaku Pembunuhan Babinsa Pekojan Dituntut 10 Tahun Penjara

Terdakwa pelaku kasus pembunuhan terhadap Sersan ASP, Babinsa Pekojan Kodim 0503/JB dituntut 10 tahun penjara. Pelaku, yakni Letnan RW didakwa dengan pasal berlapis yaitu pasal pembunuhan menghilangkan nyawa orang lain, pengrusakan fasilitas umum dan Undang-Undang Nomor 12 darurat tahun 1951 tentang senjata api.

“Pada kasus tersebut terdakwa dituntut dengan hukuman 10 tahun penjara dan hukuman tambahan pemberhentian dari dinas TNI AL,” kata Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Sus Aidil, di Jakarta, Sabtu (17/10/2020).

Sidang tuntutan pembunuhan angota Babinsa itu sendiri dipimpin Majelis Hakim Ketua Kolonel Chk (K) Prastiti Siswayani, didampingi Mayor Chk Koswara dan Mayor Chk Samsul Hadi, di Pengadilan Militer II-08 Jakarta Timur.

Dijelaskan Aidil, Kepala Oditur Militer memaparkan dari rangkaian fakta-fakta, terdakwa telah memenuhi unsur-unsur pidana dari tiga pasal yang disangkakan sekaligus, yakni pasal pembunuhan, perusakan di tempat umum, dan penyalahgunaan senjata api. Disamping itu, terdakwa juga telah mengakui segala perbuatannya.

Atas tuntutan tersebut, terdakwa melalui penasihat hukumnya Mayor Laut (KH) Andi Masriadi, didampingi Letda Mar Dolly Pristiyawan, langsung membacakan nota pembelaan dan permohanan keringanan hukuman dengan pertimbangan yaitu terdakwa sangat menyesali perbuatannya.

Kemudian yang bersangkutan juga minta diberikan waktu atau kesempatan untuk memperbaiki diri karena masih muda. Selain itu terdakwa berjanji tidak mengulangi perbuatannya serta memohon agar tetap diberi kesempatan tetap bisa berdinas di TNI AL yang merupakan matra kebanggaannya.

Berita terkait: