Pelaksanaan Rapid Test di Jatim Tertinggi di Indonesia

Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) terus memasifkan testing, tracing, and treatment (3T) dalam penanggulangan Covid-19. Sampai Sabtu (18/7/2020), jumlah warga yang sudah di tes cepat ( rapid test ) massal tercatat sebanyak 598.065 orang.

Masifnya rapid test massal ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), untuk memperbanyak testing , tracing dan treatment pada masyarakat yang terpapar virus corona .

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, sejauh ini Jatim, masih menjadi provinsi tertinggi secara nasional yang telah melakukan tes cepat.

Rapid test massal dilakukan pula pada penemuan klaster baru dan hasil temuan tracing. Sehingga hal ini akan memperbanyak tes pada warga Jatim yang dideteksi positif covid-19.

Secara terintegrasi, tes massal dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur kemudian Dinas Kesehatan Kabupaten Kota serta juga oleh Tim Covid-19 Hunter. Sedangkan untuk jumlah warga Jatim yang sudah dilakukan swab test PCR 96.936 spesimen.

Proporsi kumulatif spesimen Jatim mencapai 2.348 per juta penduduk. Hal tersebut sebagaimana data yang disampaikan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim.

“Sampai saat ini kita sudah punya 27 laboratorium pemeriksaan PCR. Jumlahnya terus meningkat dari sebelumnya ada 11 titik lab. Selain itu sebanyak 17 laboratorium menggunakan TCM,” kata Khofifah.

Khusus mobile molecular laboratory yang baru diluncurkan Jumat (17/7/2020) pagi, diketahui memiliki kapasitas hingga 300 spesimen dalam sehari. Sehingga dapat membantu percepatan uji spesimen di Jatim.

Dengan jumlah laboratorium untuk tes yang kian meningkat diiringi dengan tes yang kian masif maka akan mempercepat proses tes spesimen dan hasil semakin cepat diketahui. Otomatis dengan kondisi tersebut penanganan bisa segera dilaksanakan.

Khofifah menambahkan, dengan tes yang kian masif maka jumlah kasus yang ditemukan tentu semakin bertambah. Namun hal tersebut juga dibarengi dengan penyiapan sistem kuratif dan penanganannya. Seperti saat ini Jawa Timur telah memiliki one gate referral system atau sistem rujukan utama untuk pelayanan kuratif.

Sebanyak 127 rumah sakit rujukan penanganan covid-19 direncanakan terintegrasi di sistem ini. Di tahap awal ini sudah ada sebanyak 31 rumah sakit di Surabaya Raya yang terintergrasi.

“Evakuasi yang cepat, penanganan yang cepat dan tepat maka otomatis mempercepat kesembuhan,” tegas Khofifah.

Berita terkait: