Pekan Depan, 29 Provinsi di Indonesia Berpotensi Hujan Lebat

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sepekan ke depan, hujan intensitas ringan hingga lebat melanda 29 provinsi di Indonesia. Fase awal La Nina ini diperkirakan akan menambah curah hujan seiring masuknya musim hujan. Ancaman bencana hidrometeorologi perlu diwaspadai.

Bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, puting beliung perlu diwaspadai di tengah pandemi Covid-19. Sebelumnya BMKG pun menyebut, adanya La Nina akan menambah curah hujan hampir 40%.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan, bagi Indonesia, La Nina yang terjadi pada periode awal musim hujan ini berpotensi meningkatkan jumlah curah hujan di sebagian besar wilayah.

“Dampak La Nina terhadap curah hujan di Indonesia tidak seragam, baik secara spasial maupun temporal, bergantung pada musim atau bulan, wilayah, dan kekuatan La Nina sendiri,” katanya di Jakarta, Minggu (18/10/2020).

Sebelumnya, dalam penjelasan tertulisnya, BMKG mengeluarkan informasi saat ini tengah terjadi fenomena La Nina di Samudera Pasifik dengan intensitas sedang ( moderate ). Pemantauan BMKG terhadap indikator laut dan atmosfer menunjukkan suhu permukaan laut mendingin -0,5C hingga -1,5C selama 7 dasarian terakhir (70 hari), diikuti oleh dominasi aliran zonal angin timuran yang merepresentasikan penguatan angin pasat.

Angin pasat ini adalah angin yang bertiup tetap sepanjang tahun dari daerah subtropis menuju ke daerah ekuator (khatulistiwa).

BACA JUGA

BMKG Waspadai Potensi Hujan Lebat di Fase Awal La Nina

Selain pengaruh sirkulasi angin monsun dan anomali iklim di Samudera Pasifik, penguatan curah hujan di Indonesia juga turut dipengaruhi oleh penjalaran gelombang atmosfer ekuator dari barat ke timur, berupa gelombang Madden Julian Oscillation (MJO) dan Kelvin, atau dari timur ke barat berupa gelombang Rossby.

“Hasil analisis kondisi dinamika atmosfer terkini menunjukkan adanya aktivitas MJO di atas wilayah Indonesia, yang merupakan klaster atau kumpulan awan berpotensi hujan,” ungkapnya.

Aktifitas La Nina dan MJO pada saat yang bersamaan ini, lanjutnya, dapat berkontribusi signifikan terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia.

Berdasarkan kondisi tersebut di atas, BMKG memprakirakan dalam periode sepekan ke depan akan terjadi peningkatan curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.

BACA JUGA

Wagub DKI: Pengendalian Banjir di Era Pandemi Lebih Berat

Sementara periode 18-24 Oktober 2020 dampak MJO berpotensi terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung dan Lampung.

Selain itu, dampak tersebut juga dapat terjadi di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan.

Kemudian potensi hujan lebat juga dapat terjadi di Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan kondisi cuaca ekstrem seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin.

Jabodetabek

Untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) potensi itu pun perlu diwaspadai. Kepala Sub Bidang Peringatan Dini Cuaca BMKG Agie Wandala Putra mengatakan, kondisi cuaca Jabodetabek pada awal pekan depan secara umum diprediksikan hujan ringan hingga sedang kecuali di Kabupaten Bogor dan Kota Bogor yang berpotensi hujan sedang hingga lebat.

“Pada 20 Oktober 2020, secara umum wilayah Jabodetabek diprediksi berawan hingga hujan ringan dan akan mengalami peningkatan curah hujan pada tanggal 21 Oktober 2020 untuk wilayah Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi dan Kota Depok diprediksikan hujan sedang hingga lebat,” katanya kepada Suara Pembaruan, di Jakarta, Minggu (18/10/2020).

Selanjutnya, pada 22-23 Oktober 2020 secara umum wilayah Jabodetabek di prediksikan hujan ringan hingga sedang kecuali wilayah Kabupaten Bekasi, Kota Bogor, dan Kabupaten Bogor yang berpotensi hujan sedang hingga lebat.

“Sedangkan untuk akhir pekan diperkirakan cuaca Jabodetabek cenderung berawan hingga hujan ringan,” imbuhnya.

Berita terkait: