Pejabat Negara Maupun Bos Perusahaan Dilarang Gelar Bukber

– Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo meminta seluruh pejabat negara maupun pimpinan perusahaan swasta untuk memberikan contoh ke masyarakat agar tidak buka puasa bersama atau bukber sebab pandemi Covid-19 belum terkendali.

Doni mengatakan dalam beberapa hari terakhir ini terjadi peningkatan kasus Covid-19 pada klaster perkantoran dan klaster tradisi ramadan seperti buka bersama , salat tarawih, hingga takziah.

“Buka bersama jangan dilakukan lagi, pemerintah juga sudah mengajak dan mengimbau kepada pejabat untuk tidak melakukan buka puasa bersama,” kata Doni dalam Rapat Koordinasi Satgas Covid-19, Minggu (2/5/2021).

Pejabat negara maupun pimpinan perusahaan swasta juga diminta untuk tidak memaksakan seluruh pegawainya masuk 100 persen sebab aturan pemerintah hanya memperbolehkan 50 persen yang masuk kantor.

Baca Juga: Viral Video Pemuda Duduk Sendiri Usai Gagal Bukber, Netizen: Settingan

“Kalau perkantoran maka para pekerja jangan dipaksa untuk lebih dari 50 persen,” tegasnya.

Sebelumnya, berdasarkan data dari Pemprov DKI Jakarta, ada lonjakan ratusan orang positif Covid-19 hanya dalam satu pekan terakhir.

Awalnya pada periode 5-11 April 2021, terdapat 157 orang yang positif Covid-19. Pasien tersebar dari 78 perkantoran di ibu kota.

Namun dalam sepekan jumlah pasien bertambah jadi 425 orang pada periode 5-11 April 2021 di 177 kantor. Artinya ada penambahan 268 pasien dalam sepekan selanjutnya.

Tak hanya itu, dinyatakan juga sebagian besar kasus konfirmasi Covid-19 di perkantoran terjadi pada perkantoran yang sudah menerima vaksinasi.

Baca Juga: Nyesek! Pesan Banyak Makanan Buat Bukber, Lama Menunggu Tak Ada yang Datang

Berita terkait: