Pedagang Makanan Keliling Picu Klaster Baru Covid-19 di Yogyakarta

Satu keluarga pedagang makanan keliling menjadi pemicu klaster Covid-19 baru di Yogyakarta. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta terus melakukan screening dan menemukan penambahan kasus baru.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, mengatakan sebanyak 18 orang yang merupakan anggota keluarga pedagang makanan keliling telah dinyatakan positif Covid-19. Mereka tinggal dalam satu rumah.

Setelah dilakukan tracing , lanjut Heroe, terdapat penambahan 8 orang dari klaster tersebut pada Jumat (20/11/2020). Ke-8 pasien baru yang terdeteksi positif Covid-19 tersebut, seluruhnya merupakan tetangga dari keluarga pedagang keliling.

“Dengan demikian, klaster pedagang makanan keliling ini sudah mencapai 26 kasus. Karena sudah menularkan kepada tetangga, maka kasus keluarga pedagang makanan keliling ini menjadi klaster, sehingga Dinkes Kota Yogyakarta terus melakukan tracing terhadap siapa saja yang melakukan kontak dengan 8 pasien positif baru tersebut,” ujar Heroe, Jumat (220/11/2020).

Menurut dia, ke-8 pasien positif dari klaster keluarga pedagang keliling di Danurejan tersebut, berstatus orang tanpa gejala (OTG) dan menjalani isolasi mandiri di rumah.

Heroe mengungkapkan, Satgas Penanganan Covid-19 juga melakukan screening di Pasar Beringharjo, tempat pedagang keliling yang terinfeksi Covid-19 membeli barang dagangannya. Namun hasilnya tidak ada pedagang di Pasar Beringharjo yang menunjukkan reaktif.

“Kita sudah lakukan screening di Beringharjo, tapi belum ada yang terkait kontak eratnya. Artinya, dia datang (di Pasar Beringharjo) tapi kontak eratnya tidak ada. Kita pantau itu belum ada, reaksi tidak muncul,” kata Heroe.

Dia menjelaskan, klaster keluarga yang positif Covid-19 di Kota Yogyakarta sampai saat ini, tercatat mencapai 31 keluarga dengan total 64 orang.

Penularan Covid-19 terhadap anggota keluarga bisa cepat terjadi, karena interaksi yang intens di dalam rumah. Terkait dengan itu, Heroe memperingatkan anggota keluarga yang beraktivitas di luar rumah untuk tetap menjaga protokol kesehatan dan mensterilkan saat kembali ke rumah. Setiap anggota keluarga juga diingatkan untuk tetap menjaga protokol kesehatan saat berinterkasi dengan pedagang keliling.

Sementara itu, paska Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY terkonfirmasi positif Covid-19, sebanyak 60 ASN menjalani tes swab yang difasilitasi oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul.

Pelaksana Kepala DPKP DIY, Syam Arjayanti, mengatakan tes swab sebagai upaya sterilisasi dan pelacakan bila masih ada yang terpapar Covid-19. “Screening diutamakan untuk pegawai yang mobilitasnya tinggi,” katanya Jumat (20/11/2020).

Tak hanya itu, sebagian proses pelayanan pun dialihkan menjadi daring, sebagian lagi masih dilakukan secara luring namun tidak melibatkan kontak fisik.Kantor masih dalam proses inkubasi hingga Senin (23/11/2020) mendatang.

Berita terkait: