PDIP Desak Pemprov DKI dan Kemenkes Benahi Alur Antrean Vaksinisasi Covid-19

Anggota DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak meminta Pemprov DKI dan Kementerian Kesehatan benahi alur antrean terhadap calon penerima vaksin Covid-19. Antrean vaksin dinilai berpotensi menjadi klaster penularan Covid-19.

Politikus PDIP itu berujar, baik Pemprov DKI ataupun Kementerian Kesehatan sejatinya sudah mengantisipasi jumlah vaksinator dengan jumlah penerima vaksin, agar beban terhadap tenaga kesehatan tidak semakin berat di kondisi pandemi.

“Pelayanan vaksinasi yang juga mengganggu adalah menumpuknya penerima vaksin di beberapa titik, sementara di tempat lain tidak. Beban ini sejak awal seharusnya sudah diperkirakan dan dirancang agar merata,” kata Gilbert, Rabu (24/2).

Mantan Wakil Rektor Akademik Universitas Kristen Indonesia (UKI) menambahkan, vaksinasi di Jakarta terkesan tidak berempati terhadap tenaga kesehatan. Hal itu ditandai dengan perbandingan jumlah tenaga kesehatan dan calon penerima vaksin tidak imbang.

Bahkan, jumlah tenaga kesehatan untuk program vaksinasi sahgat kecil. Jika tidak ada pembenahan, kata Gilbert, pemangku kebijakan malah menimbulkan persepsi melakukan eksploitasi terhadap tenaga kesehatan.

“Saat pelaksanaan vaksinasi, terlihat betul kelelahan petugas dengan jumlah orang yang harus divaksin melebihi batas kemampuan tenaga yang ada. Walaupun Menkes dan Gubernur DKI tidak mempunyai latar belakang medis, seharusnya bisa berempati soal beban kerja dan manusiawi,” tegas dia.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta panitia penyelenggara vaksinasi Covid-19 memperhatikan alur antrean bagi calon penerima vaksin. Hal ini sehubungan antrean vaksinasi di Tanah Abang yang membludak sehingga dibubarkan oleh polisi .

“Ke depan kita minta panitia yang menyelenggarakan vaksin di Pasar Tanah Abang agar mengatur secara teknis dan detail. Umpamanya, kedatangan calon yang akan menerima vaksin itu diatur jamnya jangan sekedar dibagikan kupon hari dan tanggalnya saja,” kata Riza di Balai Kota, Selasa (23/2).

Riza menyebutkan, calon penerima vaksin hari ini di Tanah Abang sebanyak 500 orang. Dia menduga, persiapan untuk mengatur orang dengan jumlah tersebut tidak disiapkan dengan matang.

Ia pun meminta agar kejadian hari ini tidak ditanggapi negatif sebab menurutnya kondisi tersebut masalah sederhana.

“Saya kira ini masalah yang sangat sederhana sesungguhnya. Ke depan kita minta untuk segera dibenahi. Apa yang dilakukan kapolsek dan jajaran sangat baik dan menjadi pembelajaran bagi semua dalam rangka pelaksanaan vaksin agar tetap mengatur sedemikian pelaksanaannya sesuai dengan protokol kesehatan,” tandasnya.

Di samping itu, Riza menganggap kondisi tersebut menunjukan animo masyarakat menerima vaksin cukup tinggi.

Baca juga:
PGRI: Vaksinasi Guru Upaya Strategis Mempercepat Belajar Tatap Muka
Vaksinasi untuk Tenaga Pendidikan, Jokowi Harap Juli 2021 Dimulai Belajar Tatap Muka
PBHI Sebut Denda Administratif Bagi Penolak Vaksin Langgar HAM
Penelitian Skotlandia: Vaksin Covid-19 Kurangi Risiko Penyakit Parah

Berita terkait: