PBB Minta Tanzania Tidak Tolak Pengungsi Mozambik

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meminta Tanzania tidak menolak para pengungsi asal Mozambik yang mencari suaka. Seperti dilaporkan Al Jazeera, Selasa (6/4/2021), PBB menerima laporan bahwa lebih dari 1.000 pengungsi dari serangan milisi di Palma tidak diizinkan menyeberang ke Tanzania.

Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) menyatakan lebih dari 1.000 orang mencari perlindungan dari serangan di satu kota di Mozambik utara oleh pejuang yang berafiliasi dengan kelompok milisi Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

Serangan 24 Maret di kota Palma, yang berdekatan dengan pengembangan gas senilai US$ 60 miliar (Rp 867 triliun), membuat penduduk kota itu mengungsi ke segala arah. Sebagian penduduk melarikan diri ke hutan lebat, sedangkan penduduk yang lain melarikan diri dengan perahu.

BACA JUGA

Akibat Serangan Milisi ISIS, 55 Warga Mozambik Tewas

Pihak berwenang mengatakan puluhan orang telah tewas, sementara ribuan orang telah meninggalkan kota berpenduduk sekitar 75.000 orang itu. Sementara pekerja bantuan mengatakan beberapa penduduk menuju ke utara, wilayah Tanzania.

“Tim UNHCR telah menerima laporan mengkhawatirkan dari populasi pengungsi bahwa lebih dari 1.000 orang yang melarikan diri dari Mozambik dan mencoba memasuki Tanzania tidak diizinkan untuk melintasi perbatasan untuk mencari suaka,” kata pernyataan itu pada Selasa.

BACA JUGA

Mozambik Luncurkan Kampanye Vaksinasi Covid-19

Kepada kantor berita Reuters , UNHCR sebelumnya menyatakan bahwa mereka tidak memiliki akses ke perbatasan atau daerah yang terkena dampak, tanpa memberikan alasan.

Dua pekerja bantuan UNHCR lainnya mengatakan Tanzania telah menolak akses organisasi, sementara sisi perbatasan Mozambik dianggap terlalu berbahaya.

Sejauh ini, pejabat lokal dan nasional Tanzania tidak menanggapi telepon Reuters atau menolak berkomentar.

Berita terkait: