PB PABSI Apresiasi Dukungan Menpora Siapkan Tempat TC Pelatnas

Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI) mengucapkan terimakasih atas perhatian Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali yang menjanjikan tempat Trainning Camp (TC) angkat besi di dua tempat.

Pertama di Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional (PPPON) Cibubur, Jakarta Timur khusus untuk lifter junior dan kedua di Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Jawa Barat untuk lifter senior.

“Kami PB PABSI mengucapkan terima kasih atas perhatian pak Menpora, Zainudin Amali. Saya juga sudah dihubungi pak Gatot Dewa Broto selaku Sesmenpora soal tempat TC untuk angkat besi yang akan disiapkan Kempora,” kata Wakil Ketua Umum PB PABSI, Joko Pramono ketika dihubungi awak media padaJumat (17/7/2020).

Mantan Komandan Pelatnas saat Indonesia sukses menjadi juara umum pada SEA Games Jakarta 1997 itu menjelaskan pihaknya juga sudah menyiapkan beberapa contoh tempat TC yang akan diusulkan. “Ya, kita sudah menyiapkan beberapa contoh tempat TC yang ideal buat angka besi baik untuk lifter junior maupun senior,” tandasnya.

Selama ini, Tim Pelatnas Angkat Besi Olimpiade Tokyo 2021 menjalani TC di Mako Marinir Jalan Kwini Jakarta Pusat. Dengan adanya tempat TC itu, kata Joko, pihaknya akan terus meningkatkan pembinaan atlet angkat besi sehingga mampu mempertahankan tradisi medali di Olimpiade.

“Tempat TC yang disediakan Kempora ini akan mendorong PB PABSI untuk mencetak lifter berkualitas untuk menggantikan Eko Yuli Irawan dan Triyatno yang sudah mengukir prestasi di Olimpiade. Selama ini, kan angkat besi kan baru bisa menyumbang medali perak dan perunggu bagi Kontingen Indonesia. Mudah-mudahan di Olimpiade Tokyo 2021 bisa lahir medali emas pertama angkat besi,” tandasnya.

Sebelumnya, Menpora Zainudin Amali yang ditemui pada acara pelantikan Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kempora beberapa waktu lalu, mengatakan, sudah ada beberapa cabang olahraga (cabor) yang sudah mengajukan untuk mendapatkan tempat Trainning Camp (TC) .

“Ya, sudah ada beberapa cabang olahraga yang sudah mengajukan seperti angkat besi, balap sepeda, panahan. Kita memang menyiapkan tempat TC di Cibubur dan Hambalang,” katanya.

Hal ini dipertegas Chandra Bhakti, “Ya, saya juga sudah beberapa kali bertemu dengan pak Joko Pramono membicarakan masalah tempat TC maupun Pelatnas Tim Angkat Besi Olimpiae Tokyo 2021,” tegasnya.

Cabang angkat besi menyumbangkan medali bagi Kontingen Indonesia sejak Olimpide Sydney 2000 hingga Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Sejarah kejayaan angkat besi Indonesia dimulai dari lifter putri pada Olimpiade Athena 2000.

Saat itu, Lisa Rumbewas (kelas 48kg) meraih perak, Sri Indriyani (48kg) meraih perunggu dan Winarni (kelas 53kg) dengan medali perunggu. Kemudian, Lisa yang turun di kelas 53kg meraih perak di Olimpiade Athena 2004 dan Olimpiade Beijing 2008.

Di Olimpiade Beijing 2008, Eko Yuli Irawan yang turun di kelas 56kg putra meraih perunggu dan Triyatno (kelas 62kg) juga meraih perunggu. Lalu di Olimpiade London 2012, Eko meraih perunggu kelas 62kg dan Triyatno meraih perak kelas 69kg putra. Kedua jagoan angkat besi ini tampil sebagai penyelamat muka Indonesia saat tak satupun medali disumbangkan cabang bulutangkis

Konsistensi penyumbang medali itu kembali dipertahankan pada Olimpiade Rio de Janeiro Brasil 2016. Malah, Eko yang tadinya meraih perunggu mampu meningkatkannya menjadi perak dan Sri Wahyuni yang turun 48kg putri merebut perak. 

Berita terkait: