Pasokan Listrik PLN Jawa, Madura dan Bali Terancam Berlebih di 2022

Total kapasitas pembangkit listrik regional Jawa, Bali dan Madura sampai Desember 2020 mencapai 40,1 GW. Angka ini merupakan 70 persen kontribusi konsumsi skala nasional.

“Total kapasitas pembangkit 40,1 GW. Kontribusi konsumsi 70 persen dari sales total nasional,” kata Direktur Bisnis Regional Jawa, Madura, & Bali, Haryanto WS dalam Webinar Efisiensi Penyediaan Tenaga Listrik PT PLN (Persero) sesuai Permen ESDM No 9 Tahun 2020, Jakarta , Selasa (23/2).

Dia melanjutkan, tahun ini akan ada tambahan kapasitas 2.500 MW sampai 3.000 MW. Lalu di tahun berikutnya akan bertambah lagi 4.000 MW sampai 5.000 MW. Persediaan tenaga listrik ini dinilai sudah sangat cukup bahkan berpotensi berlebih jika hanya untuk konsumsi regional Jawa, Bali dan Madura.

“Ini bisa menjadi modal untuk melayani kebutuhan Jawa Madura Bali. Ini akan cenderung oversupply,” kata dia.

Ciptakan Konsumen Baru jadi Pekerjaan Rumah

baru jadi pekerjaan rumah

Maka dari itu, pekerjaan rumah baru PLN saat ini menciptakan permintaan energi listrik. Sebab, 61 persen pelanggan PLN saat ini berasal dari kelompok tegangan rendah (TR).

Sementara, pelanggan tegangan tinggi (TT) hanya 7 persen dan pelanggan tegangan menengah (TM) 32 persen. Komposisi ini yang membedakan regional Jawa, Madura dan Bali dengan daerah lain.

“Para pelanggan kita 61 persen ini adalah pelanggan TR. Menengah itu 20 KV itu ada 32 persen. Tegangan tinggi 7 persen,” kata dia.

Baca juga:
Program Pemeriksaan kWh Listrik, PLN Akan Datangi Rumah-Rumah Warga
PLN Pulihkan 99 Persen Listrik Terdampak Banjir di Jakarta dan Sekitarnya
PLN Sebut Kerugian Pemadaman Listrik Imbas Banjir Tak Signifikan
PLN Pastikan Listrik Wilayah Terdampak Banjir akan Dinyalakan Jika Sudah Aman
PLN Catat 1.376 Gardu Listrik di Jakarta dan Jawa Barat Terdampak Banjir
Kesibukan Petugas PLN Amankan Jaringan Listrik di Tengah Banjir

Berita terkait: