Pasar Cermati Relaksasi DP Nol Rupiah Kendaraan Bermotor dan Properti

Para pasar mencermati pengumuman Bank Indonesia soal penerapan kebijakan uang muka ( down payment /DP) nol rupiah sektor properti dan kendaraan bermotor untuk mendongkrak daya beli masyarakat.

Dalam riset harianya, Pilarmas Sekuritas menjelaskan, berbagai kebijakan BI sejalan dengan tingkat inflasi yang masih rendah pada kuartal pertama 2021. “Dengan adanya kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat ke depannya,” kata Pilarmas Senin (22/2/2021).

BI merilis melonggarkan loan to value dan pembiayaan properti menjadi 100% yang berlaku pada semua jenis properti mulai rumah tapak, rumah susun, ruko dan rukan untuk bank yang memenuhi kriteria Non Performing Loan (NPL) di bawah 5%. “Bank Indonesia juga menghapus sistemasi inden properti untuk mendorong pertumbuhan kredit properti dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko,” jelas Pilarmas.

BACA JUGA

Hingga 2021, Akan Dibangun 4.180 Unit Hunian DP Nol Rupiah

BI menyebutkan pada tahun ini pemulihan ekonomi akan berjalan dengan lancar jika didukung implementasi vaksinasi yang bakal membentuk herd immunity.

Sementara dari global, menurut Pilarmas, pemulihan ekonomi negara maju akan ditopang oleh Amerika Serikat, Tiongkok, dan India. “Sehingga dengan kebijakan tersebut, kami melihat momentum ini dapat bersinergi terhadap stimulus yang saat ini difokuskan pemerintah dan program restrukturisasi yang didorong OJK,” ujar Pilarmas.

Sementara bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed) akan terus meningkatkan kebijakan untuk mendorong perekonomian Amerika agar mengalami peningkatan berkelanjutan.

BACA JUGA

Pengamat: DP 0% Belum Tentu Dongkrak Kredit Kendaraan

Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan, kebijakan moneter diberikan untuk mendukung proses pemulihan perekonomian selesai, yakni program pembelian obligasi hingga dua indikator utama, yaitu tenaga kerja dan inflasi mencapai target.

“Pernyataan tersebut menjadi sebuah tanda, bahwa The Fed akan menunda kenaikkan tingkat suku bunga yang mendekati nol hingga 2023 mendatang,” kata Pilarmas.

Berita terkait: