Partai Golkar Tegaskan Tak Agendakan Konvensi Capres Seperti Nasdem

– Partai Golkar menegaskan tidak mengagendakan konvensi calon presiden. Hal itu tanggapan dari partai berlambang pohon beringin menyusul agenda konvensi dari Partai Nasdem pada 2022.

Ketua Media dan Penggalangan Opini Partai Golkar Meutya Hafid mengatakan partai yang diketuai Airlangga Hartanto memahami betul mengenai proses konvensi. Namun saat ini Partai Golkar tidak ada agenda terkait hal itu.

“Partai Golkar sebagai partai yang mengawali proses Konvensi paham betul terkait proses dan mekanisme konvensi dan saat ini Golkar tidak mengagendakan konvensi,” kata Meutya dalam keterangannya, Rabu (3/3/2021).

Strategi Partai Golkar dalam menghadapi Pileg dan Pilpres 2024 kata Meutya, terbuka untuk berkoalisi dengan semua partai politik yang mempunyai visi misi yang sama.

Baca Juga: Benyamin-Pilar Menang, DPD Partai Golkar Tangsel Gelar Tasyakuran

“Dengan memperhatikan Pemilu 2024 yang masih akan tetap menggunakan dasar UU Nomor 7 tahun 2017 maka Golkar akan mempertimbangkan dengan cermat strategi terbaik untuk menghadapi Pileg dan Pilres yang dilaksanakan secara bersamaan. Kami telah berkali-kali mengikuti Pemilu sehingga Kami tau apa yang terbaik untuk Partai Golkar,” kata Meutya.

Sebelumnya Partai NasDem akan menggelar konvensi calon presiden 2024 pada tahun 2022 mendatang. Dalan konvensi capres ini, NasDem ingin memunculkan pemimpin potensial sebanyak-banyaknya.

Siapa saja yang bisa mengikuti konvensi capres 2024 Nasdem?
Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya mengatakan mulai dari ulama hingga jurnalis bisa masuk bursa.

“Selama ini ‘panggung’ terbatas, hanya kepala daerah dan menteri padahal banyak ulama, intelektual, pengusaha dan jurnalis yang layak,” kata Willy di Jakarta, Minggu (28/2/2021).

Dia menjelaskan, Partai Nasdem menjalankan dua langkah politik yaitu pertama konvensi capres 2024 sebagai sebuah proses bagaimana sirkulasi kekuasaan terjadi secara terbuka dan transparan.

Baca Juga: Legislator: Polisi Terlibat Narkoba Harus Dihukum Lebih Berat

Kedua menurut dia, membangun koalisi yang dilakukan sejak dini untuk memenuhi syarat sah pengajuan capres-cawapres.

“Dua hal itu harus berjalan simultan. Konvensi ini karena sirkulasi elit kita sangat terbatas, apalagi syarat pengajuan capres-cawapres 20 persen sehingga panggung lebih terbuka,” ujarnya.

Willy mengatakan hal lumrah kalau dalam proses konvensi tersebut, NasDem mendapatkan keuntungan elektoral dan efek ekor jas (“coattail effect”).

Menurut dia, kalau ada yang bertanya apakah konvensi tersebut untuk meningkatkan suara partai, maka semua parpol bisa melakukan hal serupa, tidak hanya NasDem.

“Variabel konvensi capres ini adalah suara partai, suara anggota, dan elektabilitas calon. Kami menggunakan sistem terbuka dalam konvensi ini,” katanya.

Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI itu menjelaskan belum dibahas secara rinci terkait mekanisme apakah semua pendaftar otomatis bisa ikut dalam konvensi yang dilaksanakan partainya tersebut.

Berita terkait: