Pantau Penanganan Covid-19, Kapolda Metro Bakal Berkantor di Polsek

Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, dan Pemprov DKI Jakarta akan meningkatkan kolaborasi untuk menekan angka penyebaran Covid-19 yang semakin tinggi belakangan ini. Selain memaksimalkan program Kampung Tangguh dan Tim Pemburu Covid-19, satgas akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) dengan menggandeng komunitas pada wilayah zona merah, di Jakarta.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Fadil Imran, disebut bakal turun langsung ke bawah memonitor penanganan Covid-19 dan berkantor di Polsek-Polsek wilayah zona merah.

BACA JUGA

Polda Metro Bekuk 3 Tersangka Pemalsu Surat Swab PCR

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan, penyebaran Covid-19 terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data, angka penyebaran di seluruh Indonesia mencapai 8.000 hingga 9.000 kasus baru dalam 24 jam terakhir. Jakarta termasuk yang cukup tinggi penularannya.

“Apa upaya yang dilakukan? Kampung tangguhnya kita perketat lagi. RW tangguhnya akan kita perketat lagi. Bahkan Kapolda Metro Jaya bersama Pangdam Jaya sepakat mulai Senin nanti akan berkantor di Polsek-Polsek di mana daerahnya jadi zona merah, mana RW-RW yang jadi zona merah. Kapolda akan berkantor di Polsek terdekat yang jadi zona merah. Misalnya ada zona merah di daerah Polsek Cengkareng, Kapolda akan berkantor langsung di sana, langsung melihat,” ujar Yusri, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (7/1/2021).

Dikatakan Yusri, selama ini Polda Metro Jaya, Kodam Jaya dan Pemprov terus melakukan upaya dalam mendisiplinkan masyarakat melaksanakan protokol kesehatan semisal memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak (3M). Termasuk, melaksanakan operasi yustisi penegakan protokol kesehatan dan membuat kampung tangguh, asrama tangguh, hingga kantor tangguh.

“Kemudian sekarang ada wacana tanggal 11 sampai 25 Januari akan dilaksanakan PSBB secara serentak Jawa-Bali. Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya akan menyikapi hal ini. Beberapa kampung tangguh telah kita buat, kemudian Pembatasan Sosial Berskala Mikro ini akan kita coba sampai bagian bawah. Mikro ini termasuk komunitas-komunitas yang ada. Sudah 55 RW di Jakarta masuk zona merah. Kita akan berkolaborasi, kita akan fokus bagaimana cara supaya Covid-19 di Jakarta bisa ditekan seminimun mungkin, kalau bisa dihilangkan. Mudah-mudahan vaksinasi bisa berjalan juga ke depan,” ungkapnya.

BACA JUGA

Polda Metro Jaya Rotasi Sebagian Besar Kapolres

Yusri menyampaikan, Kapolda Metro Jaya telah menyampaikan kepada seluruh Polres jajaran agar tidak main-main dengan penyebaran Covid-19 .

“Harus fokus semua dari tingkat bawah, dari Bhabinkamtibmas, Polsek, Polres bersama Koramil juga sama. Ini akan ditinjau langsung oleh pak Kapolda dan Pangdam Jaya. Beliau mulai Senin sudah berkantor di Polsek-Polsek, melihat langsung bagaimana Kapolres, Kapolsek Dandim, dan Danramil ini bergerak menyadarkan masyarakat bahwa memang Covid di Jakarta sudah rawan,” katanya.

Berita terkait: