Pandemi, Milenial Harus Bijak Kelola Keuangan

Di tengah pandemi Covid-19 dan perkembangan teknologi, milenial harus pandai mengelola keuangan secara bijak. Hal itu terungkap dalam webinar Creativetalks Pojok Literasi bertema ‘Mengatur Keuangan Milenial di Masa Pandemi’ secara virtual dan offline di Kampus Universitas Bina Sarana Informatika (BSI) Yogyakarta. Kegiatan ini kerja sama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komputer Indonesia (Aptikom) dan BSI.

Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo Widodo Muktiyo mengatakan bahwa perkembangan financial technology ( fintech ) di Indonesia mengalamin peningkatan pesat. Hingga kini terdapat 156 perusahaan fintech yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dari total 123 perusahaan terdaftar, 33 fintech berizin, 144 konvensional, dan 11 fintech syariah. “Peran pemerintah saat ini mengalami perubahan dari regulator dan fasilitator menjadi akselerator, sebagai kebijakan untuk menumbuhkan budaya, mindset, kewirausahaan dan inovasi digital,” kata dia dalam keterangan yang diterima Kamis (3/12/2020)

Co-founder Yayasan BSI Naba Aji Notoseputro dalam sambutannya menuturkan bahwa generasi milenial harus bisa mengatur keuangan dan berinvestasi di masa pandemi secara bijak dengan memanfaatkan aplikasi keuangan berbasis teknologi ( fintech ).

BACA JUGA

Generasi Milenial Jadi Sumber Kekuatan UMKM Indonesia

Sementara Sekjen Aptikom Achmad Benny Mutiara memaparkan bahwa digital money saat ini berkembang pesat seiring pemanfaatan teknologi informasi. Finansial teknologi diperlukan untuk mengatur keuangan berbasis digital yang baik. “Jadilah orang yang dikejar uang. Creative thinking dan berpikir kritis sehingga kita bisa menciptakan inovasi,” katanya.

Selain itu, sejumlah pembicara hadir dalam kegiatan ini yakni Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UBSI, Ani Wijayanti, Sekjen 1 Bid. External Aptikom, Nina Kurnia Hikmawati dan Finansial Planner Finansialku.com, Melvin Mumpuni, Widya Yuliarti.

Ani menjelaskan bahwa generasi milenial harus mampu mengambil keputusan terkait finansial, sehingga mereka perlu mengetahui pengelolaan keuangan yang baik. Menurut Ani, manfaat mengatur keuangan bagi milenial ialah mapan secara mandiri dan tidak bergantung kepada orang tua.

Sementara itu, Widya menjabarkan untuk mengatur perencanaan keuangan yang baik dapat dimulai dengan mengatur cash flow , dana darurat, dan pinjaman. “Tips dalam perencanaan keuangan yang baik adalah dengan membuat catatan keuangan harian agar dapat mengetahui pengeluaran harian dan mencegah terjadinya pemborosan,” kata dia.

Berita terkait: