Pandemi Covid-19, Petani Kerinci Justru Berhasil Ekspor Kopi ke Belgia

Petani kopi di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi berhasil melakukan terobosan ekspor kopi ke Belgia di tengah pandemi virus corona ( Covid-19 ) saat ini. Ekspor perdana sekitar 15,9 ton kopi petani Kerinci ke Belgia tersebut dilepas Gubernur Jambi, Fachrori Umar di pelabuhan Talang Duku, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, Selasa (28/7).

Ekspor perdana kopi Kerinci ke Belgia langsung melalui pelabuhan di Jambi tersebut bersamaan dengan ekspor komoditas lain, karet, pinang, biji dan cangkang sawit dengan nilai Rp 29,4 miliar. Komoditas karet, pinang, biji dan cangkang sawit diekspor ke negara di Kawasan Asia Tenggara, Timur Tengah dan Asia Selatan.

Fachrori Umar pada kesempatan tersebut mengatakan, kopi Kerinci yang diekspor ke Belgia tersebut hasil produksi Koperasi Koerintji Barokah Bersama (KBB) Kerinci binaan lembaga swadaya masyarakat (LSM) Rikolto Belgia. Kopi yang diproduksi koperasi tersebut jenis kopi Arabika Spesialti yang sesuai selera konsumen kopi di Belgia.

“Ekspor perdana kopi Kerinci ke Belgia ini menjadi terobosan baik yang dilakukan petani kopi Kerinci mengatasi kelesuan ekonomi petani di tengah pandemi Covid-19 ini. Kami berharap ekspor kopi Kerinci ke negara Eropah ini terus berlanjut,” katanya.

Dijelaskan, pendampingan organisasi petani yang dilakukan LSM Rikolto Belgia menjadi kesempatan bagi petanikopi diKerinci berhasil mengembangkan kebun kopi, pengolahan kopi hingga ekspor produk kopi asli Kerinci ke pasar Eropa.

“Karena itu kami berharap organisasi petani di Kerinci terus meningkatkan kualitas kopi serta mengembangkan perkebunan kopi secara ramah lingkungan atau tidak menebang hutan. Perbaikan industri perkebunan kopi di Kerinci ini akan meningkatan kesejahteraan petani di daerah ini,”katanya.

Sementara itu Direktur Regional Rikolto di Indonesia, Catur Utami Dewi pada kesempatan tersebut mengatakan, pihaknya membantu petani Kerinci mengembangkan industri perkebunan kopi sebagai salah satu upaya mengatasi kemiskinan petani di daerah tersebut.

“Kami bangga melihat keberhasilan Koperasi KBB Kerinci mengembangkan bisnis kopi yang berkualitas ekspor ini. Bantuan kami membina petani ini kami harap dapat membantu para petani anggotanya untuk mendapatkan penghasilan yang layak,” ujarnya.

Kepala Pusat Kepatuhan Kerjasama dan Informasi Perkarantinaan Kementerian Pertanian, Junaidi pada kesempatan itu mengatakan, ekspor perdana Kopi Kerinci ke Belgia melalui pelabuhan yang ada di Provinsi Jambi merupakan prestasi kerja yang memiliki keuntungan dan keunggulan bagi daerah.

“Provinsi Jambi kini mulai akselerasi kegiatan ekspor dan ini sesuai dengan tiga program strategi kementerian pertanian yaitu Kredit Usaha Rakyat (KUR), Komando Strategi Tani (KST) dan Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks). Saat pandemi Covid-19 ini banyak yang tiarap, namun pertanian harus bergerak terus karena itu kebutuhan,”katanya.

Sementara Bupati Kerinci, Adi Rozal mengatakan, berkat keberhasilan pengembangan industri perkebunan (agroindustri) kopi dan ekspor kopi Kerinci, harga kopi di daerah tersebut mulai terdongkrak. Saat ini harga kopi di Kerinci sudah mencapai Rp 20.000/kg. Sebelumnya harga kopi di tingkat petani di Kerinci hanya sekitar Rp 4.000/kg.

“Meningkatnya ekspor kopi Kerinci ke negara-negara Eropa, khususnya Belgia cukup berhasil mendongkrak harga kopi di Kerinci. Kami terus mendukung Koperasi KBB Kerinci mengembangkan industri perkebunan kopi ini untuk mengatasi kemiskinan petani di Kerinci,”katanya.

Berita terkait: