Pandemi Covid-19, Pembukaan Bioskop Kembali Ditunda

Kondisi Jakarta saat ini masih belum kondusif terkait pandemi virus corona  (Covid-19). Kondisi tersebut membuat provinsi DKI Jakarta kembali mencatatkan penambahan tertinggi kasus baru Covid-19 pada, Senin (27/7/2020) sebanyak 473 kasus. Alhasil, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan kembali menunda pembukaan tempat hiburan dalam ruang atau indoor , termasuk bioskop.

Relations Manager CGV Indonesia, Hariman Chalid mengatakan bahwa, pihak CGV akan mengikuti arahan yang diberikan oleh pemerintah. Menurutnya, penundaan pembukaan bioskop ini juga merupakan wujud dalam menjaga keselamatan dan kesehatan pelanggan staf bioskop.

“Kami akan menggunakan kesempatan ini untuk terus melatih dan mempersiapkan penerapan protokol kesehatan dan kenormalan baru di seluruh lingkungan bioskop,” ungkapnya kepada SP , Selasa (28/7/2020).

Hingga kini, pihak bioskop pun belum mengetahui pasti kapan pemerintah akan membuka kembali bioskop yang telah tutup selama lebih dari empat bulan ini. Pun demikian ia berharap agar pandemi ini segera berakhir, sehingga roda perekonomian terutama pada sektor industri kreatif dapat kembali bergulir dan berangsur normal kembali.

Dalam kesempatan yang berbeda, direktur CGV Dian Sunardi Munaf mengaku, bioskop memang menjadi salah satu tempat yang dikhawatirkan akan menimbulkan kluster baru Covid-19 . Mengingat, berdasarkan hasil penelitian, virus korona dapat tertular melalui udara.

“Sirkulasi udara belakangan jadi isu yang cukup sering dibicarakan dan ini jadi poin penting yang kita diskusikan. Bioskop itu kan tertutup, kelembapannya juga karena ada AC, kursinya juga bisa menyerap kelembaban itu. Pun belum beroperasi, kami sebagai pengelola bioskop tentu sangat memperhatikan keselamatan penonton,” ungkapnya.

Persoalan selanjutnya juga berhubungan dengan konten. Pembatasan sosial membuat para pekerja film harus melakukan penundaan produksi hingga situasi membaik. Alhasil, stok film-film baru yang siap tayang pun belum memadai.

“Konten untuk film itu sendiri saat ini juga belum lancar, banyak produser film yang masih menunda tanggal rilis film di bioskop. Jadi menurut saya tidak mudah membuka bioskop dengan konten terbatas, penonton mau nonton apa di bioskop kalau filmnya masih yang lama,” kata Dian melanjutkan.

Tidak hanya pihak bioskop, artis Marcella Zalianty mengharapkan pandemi Covid-19 segera berakhir di Indonesia. Pemeran film Habibie & Ainun 3 itu sangat rindu menonton film di bioskop kesayangannya.

“Aku kangen nonton film-film Indonesia, kangen nonton film bareng teman, dan lain sebagainya,” kata Marcella Zalianty dalam siaran langsung Instagram bersama artis peran Luna Maya, beberapa waktu lalu.

Dirinya pun tidak menampik bahwa ia merasa bahagia saat Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) mewakili seluruh pengusaha bioskop di Indonesia sepakat untuk membuka kembali operasional bioskop pada 29 Juli 2020.

GPBSI sendiri menaungi jaringan bioskop di Indonesia, yakni Cinema XXI, CGV, Cinepolis, Dakota Cinema, Platinum, dan New Star Cineplex. Kesepakatan itu diambil berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/382/2020 serta Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 02/KB/2020.

Berita terkait: