Pandemi Covid-19 Dikhawatirkan Ganggu Keamanan Nasional

Pandemi Covid-19 telah merusak berbagai sendi kehidupan bangsa. Tidak hanya itu, penyebaran Covid-19 yang kian masif juga telah menggoyahkan tatanan pertahanan berbangsa dan bernegara.

Ketua Persatuan Purnawirawan TNI AD (PPAD) Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri menilai pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia sudah sedemikian buruk, sehingga dikhawatirkan dapat menggangu sistem sosial dan keamanan nasional. “Di Indonesia yang dikhawatirkan akan mengganggu sistem ketahanan,” kata Kiki Syahnakri, dalam webinar PPAD ke-2, “Pandemi Covid-19 Dalam Perspektif Keamanan Nasional”, di Jakarta, Kamis (17/9/2020).

BACA JUGA

Bertemu Purnawirawan TNI-Polri, Presiden Bahas Pancasila dan Masalah Kebangsaan

Dia mengingatkan, pandemi Covid-19 sudah merambah ke seluruh negara di dunia. Indonesia merupakan salah satu negara yang mendapatkan dampak negatif dari penyebaran Covid-19. “Di Indonesia sudah berkembang sangat buruk. Presentase angka kematian di Indonesia lebih tinggi dibandingkan presentase dunia,” ujar Kiki.

Atas kondisi ini, ada banyak langkah yang dilakukan pemerintah Indonesia yang tidak dapat dihindarkan. Di antaranya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM), dan lain sebagainya. Berbagai upaya pembatasan tersebut tentunya memiliki implikasi lain bagi negara.

“Tidak dapat dihindarkan, pembatasan-pembatasan dapat berpengaruh terhadap ekonomi, penurunan pendapatan negara dan bahkan banyak negara resesi. Belum lagi di sisi sosial dan keamanan. Di Indonesia yang juga dikhawatirkan akan mengganggu sistem ketahanan pangan,” kata Kiki.

Dia menilai, sampai saat ini ketahanan pangan Indonesia belum terlalu kuat. Buktinya hampir setiap tahun terpaksa harus mengimpor beras. Namun, di saat pandemi Covid-19 seperti saat ini, negara-negara yang menjadi pengimpor beras ke Indonesia, sudah menghentikan kebijakan tersebut.

“Kini negara importir beras sudah menyetop suplai beras. Karena itu disini juga ada potensi krisis pangan. Krisis pangan jika tidak ada jalan keluarnya akan menimbulkan krisis politik dan pertahanan,” ucapnya.