Pakar Geologi: Longsor Susulan Membayangi Kawasan Cihanjuang

Ahli bidang longsoran tanah dan geologi teknik Institut Teknologi Bandung (ITB) Imam Achmad Sadisun mengingatkan bahaya longsor susulan di wilayah bencana Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat (Jabar).

“Kita melihat longsoran susulan ini belum berhenti,” kata Imam dalam pernyataan tertulisnya yang diterima Kamis (14/1/2021).

Dia mendapatkan kesimpulan potensi longsor susulan itu pasca-Kelompok Keahlian Geologi Terapan pada Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB meninjau lokasi pada Selasa (12/1) lalu. Tim menemukan rekahan lain dengan jarak 7 meter dari lokasi kejadian di bagian atas lereng dekat ke jalan.

BACA JUGA

Tim SAR Temukan Lagi 3 Korban Longsor di Sumedang

“Retakan itu ternyata masih ada sampai ke jalan di perumahan yang ada di atas dan paling jauh jaraknya 7 meter, nah ini suatu saat bisa jadi meluncur lagi,” ujar Imam.

Berbagai kesaksian serta dokumentasi foto dan video yang tim dapatkan memperlihatkan longsor di Cimanggung tidak hanya terjadi satu kali. Longsor pertama terjadi pada Sabtu (9/1/2021) sekitar pukul 16:45 WIB. Disusul longsor kedua pukul 19:30 WIB saat tim penyelamat sedang mencari korban. “Longsoran susulan cenderung berkembang menuju arah gawir utama atau mahkotanya,” tambah Imam.

Lokasi longsor, ungkap Imam, masuk dalam kawasan potensi longsor tinggi dan sangat tinggi berdasarkan peta geologi. Pemanfaatan wilayah itu sebagai pemukiman harusnya dibatasi.

Terkait akan bahaya longsoran susulan, Imam mengusulkan pemerintah daerah untuk melakukan penanganan. Salah satu caranya bisa dengan menata bagian atas tebing dengan stabilisasi lereng atau memberi struktur penahan lereng secara bertahap.

Tujuannya agar drainase atau jalur air permukaan dan bawah permukaan tertata baik. Jika tidak ada penataan maka relokasi warga dari sekitar lokasi longsor adalah pilihan terbaik.

Berita terkait: