Pabrik Gula Proyek Barata Indonesia Masuki Tahap Commisioning

PT Barata Indonesia (Persero) berkomitmen merampungkan sejumlah proyek strategis nasional sesuai target yang direncanakan di tengah merebaknya pandemi Covid-19. Di antaranya adalah pembangunan pabrik gula untuk mendukung program ketahanan pangan dan swasembada gula.

Pabrik gula yang telah menjalani tahap commissioning adalah PG Asembagus Situbondo, Jawa Timur, yang melaksanakan revitalisasi untuk kapasitas 6.000 TCD dan PG Rendeng Kudus, Jawa Tengah, untuk 4000 TCD. Selain pabrik gula, Divisi Industri Gula dan Agro juga sedang menyiapkan komponen pabrik Bioethanol berkapasitas 330.000 KL di Gempolkrep, Mojokerto, Jawa Timur.

Direktur Utama Barata Indonesia, Fajar Harry Sampurno, mengatakan, dengan pengalamannya selama satu abad di industri gula, Barata Indonesia berkeinginan menjadi solution provider bagi proyek-proyek industri agro, khususnya industri gula nasional dalam rangka mengatasi tantangan kelangkaan komoditas gula produksi dalam negeri.

“Industri gula nasional sangat berpeluang menjadi penopang swasembada pangan setelah swasembada beras. Penyelesaian pembangunan pabrik gula ini merupakan upaya kami dalam mewujudkannya dan kami berharap hal ini dapat mendorong multiplier effect ekonomi bagi seluruh pihak,” kata Fajar di Gresik, Kamis (16/7/2020).

Lebih lanjut, Fajar menyatakan, Barata Indonesia juga berkeinginan untuk terus memberikan kontribusi terhadap terciptanya percepatan kemandirian industri gula dalam negeri melalui komitmen penggunaan konten lokal yang tinggi. Selain sejumlah pabrik gula tadi, Barata Indonesia saat ini juga sedang berusaha menyelesaikan pembangunan PG Bombana Sulawesi Tenggara untuk kapasitas 12.000 TCD.

Di bidang Industri Agro, Barata Indonesia memiliki kompetensi untuk memproduksi berbagai komponen pabrik gula serta pabrik gula lengkap dengan berbagai kapasitas sampai dengan 15.000 TCD.

Selain pabrik gula, Barata Indonesia juga memiliki kapabilitas untuk membangun pabrik garam, pabrik sagu, bioetanol, dan kelapa sawit.

“Barata Indonesia berharap kontribusi perseroan dalam berbagai proyek pabrik gula di Tanah Air ini dapat meningkatkan nilai tambah yang bisa dihasilkan di dalam negeri. Sehingga mempercepat terwujudnya ketahanan pangan dan swasembada gula dan tercipatanya kemandirian dalam industri manufaktur Tanah Air,” tutur Fajar.