Operasi Yustisi di Sumut Sasar Pelanggar Protokol Kesehatan

Polda Sumut bersama seluruh jajarannya berkolaborasi dengan TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) masih melanjutkan operasi yustisi untuk mendisiplinkan warga dalam menerapkan protokol kesehatan.

Mereka yang terjaring operasi yustisi, langsung menjalani sidang terbuka oleh hakim pengadilan negeri (PN). Pelanggar protokol kesehatan ini diberikan sanksi yang beragam. Mulai dari pemberian hukuman menyapu jalan, push up, sit up sampai menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya .

BACA JUGA

Pelanggar Protokol Kesehatan Jalani Sidang Terbuka

“Untuk operasi yustisi dalam minggu ini, kita yang melakukan kerja sama dengan melibatkan hakim pengadilan, masih memberikan hukuman ringan buat pelanggar. Namun, mulai pekan depan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan akan lebih berat lagi,” ujar Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin, Kamis (17/9/2020).

Mantan Kapolda Papua ini menegaskan, sanksi lebih berat mulai diberlakukan pekan depan terhadap masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan. Mereka yang tidak menggunakan masker, menjaga jarak apalagi melakukan kerumunan, bakal diberikan sanksi denda sebesar Rp 100.000 untuk setiap orangnya.

BACA JUGA

1.300 Orang Terjaring Razia Masker di Sumut

“Dengan operasi yustisi pekan ini, kita mengharapkan kesadaran masyarakat, sehingga pekan depan tidak terjaring dan tidak diberikan sanksi denda. Kalau masih membandel juga maka sanksi lebih keras juga akan diterapkan. Kita tidak menginginkan ini, tapi terpaksa dilakukan untuk mendisiplinkan masyarakat kita,” tegasnya.