Obsevatorium Dubai Buat Terobosan untuk Fenomena Eclipse

Obsevatorium Dubai membuat terobosan terkait fenomena gerhana matahari sebagian atau eclipse pada Minggu (21/6/2020), di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Pada Minggu (21/6/2020), eclipse dapat dilihat di sebagian wilayah Timur Tengah, Asia dan Afrika, mulai tengah malam hingga pukul 17.00 waktu setempat.

Di Dubai, warga biasanya mendatangi Obsevatorium Dubai untuk dapat menyaksikan fenomena langka tersebut. Namun pandemi Covid-19 telah membuat Obsevatorium Dubai ditutup.

Kepala Eksekutif Grup Astronomi Dubai, Hasan al-Hariri, mengatakan pandemi Covid-19 telah menghentikan rencana mereka untuk menggelar acara menyaksikan feomena eclipse di Obsevatorium Dubai. 

Obsevatorium Dubai membuat terobosan dengan membagikan berbagai informasi mengenai fenomena eclipse di internet untuk membantu warga mengamati gerhana matahari sebagian tersebut.

Selain itu, Obsevatorium Dubai juga membagikan informasi dan foto-foto gerhana matahari langka tersebut lewat internet dan menjual kaca mata gerhana matahari agar dapat warga dapat menikmat eclipse dengan aman.

“Di Dubai, warga dapat melihat lebih dari 85% eclipse. Itu adalah pemandangan yang tidak akan mungkin terjadi di negara ini selama 14 tahun lagi,” kata Hasan al-Hariri.

Menurut dia, eclipse adalah semacam peristiwa langka. Biasanya terjadi dua kali dalam setahun, tetapi berbeda dari lokasi ke lokasi, sehingga tidak bisa mendeteksi lokasi pastinya.

Sekarang kami beruntung memilikinya, yang pada Desember tahun lalu dan yang ini, dan kemudian kami akan memiliki yang serupa setelah 14 tahun. Jadi ini sesuatu yang agak jarang untuk diamati. “

Eclipse dikenal sebagai “cincin api” karena bulan menutupi sebagian besar, tetapi tidak semua, matahari. Itu terjadi pada siang hari, di mana sebagian matahari tertutup bulan hingga hanya membentuk ligkaran setengah cincin.

Di India, langit mendung tidak menghalangi warga yang antusias menyaksikan eclipse yang tetap terlihat di langit New Delhi.