Niger Gelar Pilpres Putaran II di Tengah Pandemi Covid-19

Niger menggelar pemungutan suara untuk putaran kedua pemilihan presiden yang dimulai pada Minggu (21/2). Lebih dari 7,4 juta warga Niger diperkirakan berada di tempat pemungutan suara untuk memilih penerus Presiden Mahamadou Issoufou yang akan mengakhiri masa jabatannya.

Para pemilih akan memilih pemimpin baru antara : Mohamed Bazoum, calon dari Partai Niger untuk Demokrasi dan Sosialisme yang berkuasa, atau Mahamane Ousmane dari Partai Demokrat dan Pembaruan Republik, partai oposisi.

“Para pemilih memberikan suara mereka di 26.000 tempat pemungutan suara yang direncanakan di 16 daerah pemilihan di seluruh negeri. TPS akan ditutup pada jam 7 malam,” menurut Komisi Independen Pemilihan Nasional.

Setelah pemungutan suara di Balai Kota Niamey, Mahamadou Issoufou sangat senang bahwa pergantian damai yang telah kurang lancar di Niger selama beberapa dekade akan terwujud.

BACA JUGA

Serangan Milisi di Niger, 70 Orang Tewas

“Saya bangga menjadi presiden pertama yang dipilih secara demokratis (di negara ini) yang dapat memberikan tongkat estafet kepada presiden lain yang terpilih secara demokratis pula,” katanya.

Menurut Issoufou, untuk menghadapi tantangan besar, Niger harus membangun lembaga demokrasi yang kuat dan stabil. Ia berharap pemilihan presiden putaran kedua ini akan menjadi pemungutan suara yang bebas dan transparan.

Sementara itu, presiden Nasional Merdeka Komisi Pemilihan Umum (CENI), Issaka Souna, berharap rekan-rekan senegaranya keluar dan mengemban keikutsertaannya sehingga memungkinkan untuk memilih Presiden Republik.

Berita terkait: