Negara Bagian India Mulai Keluhkan Kelangkaan Vaksin Covid-19

Beberapa negara bagian India memperingatkan tentang kekurangan vaksin saat kasus Covid-19 memuncak. Seperti dilaporkan Reuters, Kamis (8/4/2021), India melaporkan rekor 115.736 kasus Covid-19 baru pada Rabu, peningkatan hingga 13 kali lipat hanya dalam dua bulan.

Beberapa negara bagian, termasuk Maharashtra dan Odisha yang paling terpukul, mengeluhkan kelangkaan vaksin selama gelombang kedua yang memaksa beberapa pusat vaksinasi untuk menolak orang.

Hanya mereka yang berusia di atas 45 tahun yang sekarang diimunisasi di India, pembuat vaksin terbesar di dunia, yang memulai kampanyenya dengan petugas kesehatan dan pekerja garis depan lainnya pada pertengahan Januari.

“Pusat vaksinasi harus ditutup lebih awal karena kekurangan pasokan. Stok akan habis dalam tiga hari setelah injeksi harian lebih dari 450.000 dosis,” keluh Menteri Kesehatan Maharashtra, Rajesh Tope, kepada wartawan.

BACA JUGA

Dengan 81.466 Kasus, India Catat Rekor Infeksi Harian Covid-19

Odisha mengatakan telah menutup hampir setengah dari lokasi imunisasinya karena kekurangan itu, dengan persediaan hanya tersisa untuk dua hari lagi.

Menteri Kesehatan India mengatakan keluhan, sebagian besar dari negara bagian yang tidak diatur oleh partai Perdana Menteri Narendra Modi, adalah upaya untuk menutupi kegagalan mereka dan menyebarkan kepanikan.

“Pasokan vaksin sedang dipantau secara waktu nyata, dan pemerintah negara bagian diberi tahu secara teratur tentang hal itu. Tuduhan kekurangan vaksin sama sekali tidak berdasar,” bantah Harsh Vardhan.

BACA JUGA

Terima Sumbangan dari Tiongkok, Nepal Mulai Lagi Vaksinasi Covid-19

Vardhan merepons positif permintaan dari negara bagian untuk memperluas dorongan imunisasi untuk memasukkan lebih banyak orang dewasa.

“Selama persediaan vaksin tetap terbatas, tidak ada pilihan selain memprioritaskan,” tambahnya.

Maharashtra selama berminggu-minggu menyumbang lebih dari setengah kasus baru harian di India, yang pada Senin melampaui 100.000 untuk pertama kalinya. Pemerintah menyalahkan kebangkitan terutama pada kerumunan dan keengganan untuk mengenakan masker saat toko dan kantor dibuka kembali.

Negara bagian barat, Delhi, Punjab, dan Karnataka dalam beberapa hari terakhir memberlakukan pembatasan baru, termasuk jam malam.

Berita terkait: