Namanya Dicatut, SMRC Akan Tempuh Jalur Hukum

Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Sirojudin Abbas menanggapi temuan dua dokumen hasil survei yang menggunakan nama dan logo SMRC. SMRC akan menempuh jalur hukum.

Dokumen yang dimaksud itu yakni ‘Peluang Calon-calon Bupati dalam Pilkada Kabupaten Muna, Temuan Survei 15-30 Juni 2020’. Selain itu, ‘Peluang Calon-calon Bupati dalam Pilkada Kabupaten Pulau Taliabu, Temuan Survei 5-18 Juni 2020’.

Dua dokumen ini digunakan masing-masing oleh salah satu pasangan calon untuk mendapatkan rekomendasi dari beberapa partai politik (parpol). Sirojudin menegaskan pihaknya tidak pernah melaksanakan survei di Muna dan Taliabu.

“SMRC tidak bertanggung jawab terhadap dua hasil survei yang menggunakan nama dan logo SMRC tersebut. Dua hasil survei tersebut merupakan hasil survei palsu. SMRC akan menempuh jalur hukum terhadap pihak-pihak yang diduga terkait dan menggunakan dua hasil survei yang tidak pernah dilakukan oleh SMRC tersebut,” kata Sirojudin, Selasa (28/7/2020).

SMRC juga meminta kepada pimpinan parpol yang menggunakan hasil survei sebagai dasar untuk memberikan rekomendasi dukungan, terlebih dahulu mengonfirmasi temuan kepada lembaga survei. Tujuannya agar tidak merugikan pihak manapun.

“Tindakan pemalsuan hasil survei tidak sekadar perbuatan pidana, tapi juga tindakan yang akan merusak tatanan proses demokrasi pilkada. Pasangan calon dalam pilkada yang menggunakan hasil survei palsu untuk mendapatkan dukungan partai, sejak awal telah berani mengkhianati suara rakyat dan pastinya berpotensi untuk mengkhianati hasil pilihan rakyat dalam kotak suara jika telah terpilih nanti,” tegas Sirojudin.

Berita terkait: