Nakes Positif Covid-19, Puskesmas di Bantul Ditutup

Puskesmas Kasihan I Bantul, DI Yogyakarta harus ditutup dari mulai Senin (20/7/2020) dan Selasa (21/7/2020), menyusul adanya satu tenaga kesehatan (nakes) yang dinyatakan positif Covid-19.

Nakes tersebut dinyatakan positif Covid-19 telah dilakukan tracing berdasar menantunya yang pulang dari Jakarta.

Penutupan Puskesmas sebelumnya juga dilakukan di Puskesmas Kasihan II setelah dua tenaga medis di tempat tersebut dinyatakan positif Covid-19. 

Terkait dengan adanya tenaga kesehatan di Puskesmas Bantul yang terkonfirmasi positif, menurut Juru Bicara Pemda DIY Berty Murtiningsih, hingga saat ini sudah 26 nakes se DIY yang positif. Sementara lonjakan pasien positif tersebut menurut Berty juga disebabkan karena masifnya screening di tingkat Kabupaten/Kota di DIY, juga karena tes swab sudah bisa dilakukan di 121 Puskemas di DIY.

“Masing-masing Puskesmas memiliki minimal satu orang yang mampu dan dilatih untuk melakukan uji swab . Salah satunya memang faktor peningkatan jumlah pemeriksaan, di samping penelusuran kasus serta pelaku perjalanan yang dilakukan oleh Puskesmas dan Dinkes Kabupaten/kota,” terangnya.

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DI Yogyakarta, mengonfirmasi penambahan kasus positif pada Minggu (19/07/2020) mencapai 16 kasus dari hasil pemeriksaan 1.165 spesimen (952 orang).

Menurut Berty Murtiningsih, total kasus positif Covid 19 di DIY menjadi 432 kasus dan satu kasus positif meninggal dunia.

Penambahan kasus positif itu juga sebagian besar karena transmisi luar atau setelah melakukan perjalanan dari luar kota. Kasus itu terdiri dari Kasus 420: laki laki (35) asal Sleman merupakan hasil screening pendidikan, Kasus 421: laki laki (37) asal Bantul, terpapar setelah melakukan perjalanan ke Jakarta, Kasus 422: perempuan (46) asal Sleman, kontak saudara di Bogor, Kasus 423: perempuan, (36) warga Bantul, juga kontak saudara di Jakarta, Kasus 424 : laki laki (26) warga Gunungkidul setelah melakukan perjalanan dari Riau, Kasus 425 : Laki laki (73) warga Bantul, (meninggal, komorbid: ginjal, lever), Kasus 426 : perempuan (63) warga Bantul (Riwayat : dalam penelusuran).

Kasus 427: laki laki (79) warga Kota Yogya (Riwayat : kontak tamu Semarang dan Solo), Kasus 428: laki laki (53) asal Bantul (riwayat: kontak kasus 377), Kasus 429: laki laki (54) asal Sleman (riwayat dari Kalimantan Selatan) Kasus 430: perempuan (56) Bantul (riwayat: hasil screening Dinkes Bantul),

Kasus 431: perempuan (50) Gunungkidul dan Kasus 432 : laki-laki (59) asal Gunungkidul keduanya dari Semarang, Kasus 433: laki-laki (23) dan Kasus 434: perempuan (55) asal Sleman keduanya kontak saudara di Surabaya dan Kasus 435: laki-laki (30) asal Sleman (riwayat: kontak kasus 411).

Sementara laporan kesembuhan kasus positif pada hari, delapan (8) orang sembuh, sehingga total kasus sembuh di DIY mencapai 324 kasus. Empat pasien dalam pengawasan (PDP) dilaporkan meninggal, dua orang telah menjalani uji swab , sedang dua lainnya belum sempat. Keempatnya memiliki riwayat penyakit komorbid yakni diabetes mellitus, hipertensi, dan komorbid asma.

Dikatakan Berty, total PDP di DIY telah mencapai 2.122 dan 129 masih dalam perawatan,

Sedang hasil laboratorium negatif mencapai 1.537 orang.

“Yang meninggal terkonfirmasi positif hingga saat ini, mencapai 12 orang, masih dalam proses 153 orang 32 meninggal dan jumlah ODP di DIY mencapai 8.127 orang,” paparnya.

Berita terkait: