Mulai 2 Desember, Inggris Akhiri Penguncian

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson akan mengakhiri penguncian di seluruh Inggris pada 2 Desember.

Setelah itu, status berubah menjadi pembatasan regional. Kebijakan itu akan diambil setelah data statistik yang menunjukkan infeksi virus corona di negara itu telah stabil.

Kantor Johnson pada Sabtu (21/11/2020) malam waktu setempat mengatakan, pemerintah berencana untuk kembali menggunakan sistem tiga tingkat pembatasan lokal di Inggris. Hal itu karena tiap daerah akan menempuh langkah berbeda berdasarkan tingkat parahnya pandemi di daerah itu.

Kabinet Inggris pada Minggu akan membahas rencana pemerintah itu. Kemudian, Boris Johnson rencananya menjelaskan hal tersebut secara rinci kepada parlemen pada Senin.

Sebelumnya, Pemerintah Inggris memberlakukan penguncian selama empat minggu yang dimulai 5 November.

Kantor Johnson juga mengonfirmasi rencana untuk memulai program vaksinasi Covid-19 secara nasional bulan depan. Program itu dilakukan dengan asumsi pemerintah sudah menyetujui vaksin yang akan dipakai untuk melawan virus. Pemerintah juga akan meningkatkan pengujian massal sebagai upaya menekan virus hingga vaksin dapat diluncurkan.

Johnson mengumumkan dilakukannya penguncian di Inggris setelah Kementerian Kesehatan memperingatkan bahwa peningkatan eksponensial dalam infeksi virus corona baru yang dikonfirmasi mengancam akan membanjiri Layanan Kesehatan Nasional.

Terutama memasuki musim dingin yang memicu peningkatan flu. Penguncian di Inggris berupa larangan membuka layanan bisnis yang tidak penting dan larangan digelarnya pertemuan sosial skala besar. Namun, saat penguncian, Inggris tetap membuka sekolah.

Otoritas Inggris menyebutkan, pekan ini kasus infeksi COvid-19 di seluruh wilayah Inggris turun 13,8 persen jika dibandingkan pekan sebelumnya. Selama tujuh hari kemarin, dilaporkan 2.861 kasus kematian, atau lebih rendah 17 kasus dari tujuh hari sebelumnya. Rata-rata tingkat infeksi sekitar 244 kasus untuk 100.000 orang.

Berita terkait: