Modi: Risiko Covid-19 di India Berlanjut, Perlu Ekstra Waspada

Perdana Menteri India Narendra Modi dalam pidato publik pada Minggu (26/7/2020) mengatakan bahwa negaranya perlu ekstra waspada karena ancaman virus corona berlanjut, bahkan ketika jumlah pasien pulih harian meningkat mencatat rekor.

Kasus Covid-19 di India meningkat dengan cepat. Negara terpadat kedua di dunia itu mencatat lebih 48.000 kasus dalam 24 jam terakhir. Adapun total kasus di India 1,4 juta kasus dengan lebih 30.000 kematian.

Pada Minggu, pemerintah India mengatakan 36.145 pasien telah pulih dan dipulangkan daru RS dalam 24 jam terakhir, menandai rekor jumlah pemulihan dalam satu hari. “Pada saat yang sama, tes dalam satu hari lebih 440.000,” kata Modi.

Baca juga:  India Catatkan Rekor Positif Covid-19 Lebih dari 49.000

Modi mengatakan seluruh warga agar mempraktikkan jarak sosial dan memakai masker untuk melawan virus. “Bahaya corona masih jauh dari selesai. Di banyak tempat, menyebar cepat. Kita harus ekstra waspada,” kata Modi.

Dalam beberapa minggu terakhir, infeksi Covid-19 telah menyebar hingga ke pedesaan dan kota-kota kecil. Para ahli mengatakan jumlah kasus akan bertambah signifikan dalam beberapa bulan mendatang karena pengujian meningkat. Hal ini makin memberatkan sistem perawatan kesehatan yang sudah kelebihan kapasitas.

Negara bagian barat India, Maharashtra adalah wilayah paling parah terkena dampak setelah mencatat lebih 360.000 kasus, di mana sekitar 60 persen dilaporkan di ibu kota keuangan negara itu, Mumbai, dan kota-kota satelit.

India memberlakukan lockdown ketat pada 25 Maret untuk menekan penyebaran virus corona sehingga mematikan bisnis, sekolah, maskapai penerbangan, dan semua layanan tidak penting. Namun banyak pembatasan itu telah dilonggarkan dalam beberapa minggu terakhir.

Berita terkait: