Menteri Teten tinjau vaksinasi massal untuk UMKM di DIY

Vaksinasi bagi dunia usaha termasuk UMKM ini sangat penting Yogyakarta – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki meninjau kegiatan vaksinasi COVID-19 secara massal untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bertempat di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, Kamis.

“Vaksinasi bagi dunia usaha termasuk UMKM ini sangat penting karena kegiatan ekonomi dan pemulihan kesehatan ini harus beriring sejalan,” kata Menteri Teten di sela meninjau pelaksanaan vaksinasi.

Selain UMKM, vaksinasi yang diikuti 523 peserta itu juga menyasar pelaku ekonomi di sektor jasa pariwisata di DIY.

Menurut Teten, mengingat suplai vaksin COVID-19 saat ini terbatas sehingga penentuan prioritas sasaran vaksinasi perlu mengikuti strategi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Pelaku usaha, menurut dia, banyak bersentuhan dengan banyak orang sehingga vaksinasi terhadap mereka menjadi penting untuk diprioritaskan.

Baca juga: Vaksinasi COVID-19 lansia Yogyakarta dipusatkan di 10 RS dan 2 RSKIA

Baca juga: Pelaku usaha akomodasi wisata di Yogyakarta jalani vaksinasi COVID-19

“Karena kendala suplai vaksin yang terbatas maka kami mengikuti strategi Kemenkes,” kata dia.

Teten menilai pelaksanaan vaksinasi COVID-19 untuk pelaku UMKM di JEC berjalan dengan baik dengan menerapkan protokol kesehatan.
Proses pendaftaran dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK), penyuntikan, sampai tahap observasi dinilai berlangsung tertib.

“Sistemnya sudah cukup bagus, ada pendaftarannya dengan sistem NIK. Vaksinasi hingga observasi berlangsung bagus dan protokol kesehatan juga berlangsung baik,” kata dia.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY Pembajun Setyaningastutie menyebutkan vaksinasi yang menyasar 523 pelaku UMKM itu merupakan kelanjutan dari vaksinasi sebelumnya.

Menurut Pembajun, sebelumnya vaksinasi telah dilakukan terhadap kurang lebih 25.200 UMKM di DIY.

Baca juga: 1.000 lebih pekerja film di DIY ikuti vaksinasi massal

Baca juga: Yogyakarta berupaya memperluas sasaran vaksinasi COVID-19

Berita terkait: