Menteri Kesehatan Ekuador Mundur Usai Ketahuan Dapat Vaksin Lebih Dulu Bersama Ibunya

Menteri Kesehatan Ekuador, Juan Carlos Zevallos mengundurkan diri setelah menuai kritikan terkait rencana distribusi vaksin Covid-19, skandal vaksinasi terbaru yang mengacaukan pemerintahan di Amerika Selatan itu.

Juan Carlos Zevallos mengajukan pengunduran dirinya pada Jumat setelah klaim penyimpangan program vaksinasi yang mulai dilakukan pemerintah pada Januari.

Zevallos sedang diselidiki jaksa negara atas penyalahgunaan peluncuran vaksinasi setelah dia ikut disuntik vaksin di sebuah panti jompo di mana ibunya tinggal.

“Mengingat situasi politik saat ini, dan untuk memungkinkan kelangsungan Rencana Vaksinasi Nasional, saya mengajukan kepada Anda, Bapak Presiden, pengunduran diri yang tidak dapat dibatalkan dari jabatan Menteri Kesehatan (saya),” kata Zevallos dalam sebuah surat yang dibagikan Presiden Lenin Moreno di Twitter.

“Ada mereka yang hanya melihat kesalahan. Saya menghormati opini itu. Saya lebih suka mengingat menteri yang menerima tugas sulit memimpin tanggapan negara terhadap krisis kesehatan terburuk yang Ekuador dan dunia alami, (menteri) yang membantu menyelamatkan ratusan ribu nyawa dengan kerja dan pengorbanan,” tulis Presiden Moreno, dikutip dari Al Jazeera, Senin (1/3).

Majelis Nasional telah membahas pemakzulan Zevallos karena buruknya penanganan terhadap pandemi dan buruknya proses vaksinasi.

Ekuador telah melaporkan hampir 252.000 kasus Covid-19 dan lebih dari 15.700 angka kematian, menurut data Universitas John Hopkins. Pandemi juga telah memperburuk krisis ekonomi di negara tersebut, menuai kemarahan publik.

Skandal vaksinasi di Argentina dan Peru

Sejumlah pejabat pemerintah di Argentia dan Peru juga mengundurkan diri dalam beberapa pekan terakhir setelah munculnya laporan terkait vaksinasi Covid-19.

Pekan lalu, Menteri Kesehatan Argentina, Gines Gonzalez Garcia mengundurkan diri setelah dituding mengizinkan orang-orang mengesampingkan prosedur yang layak untuk mendapatkan suntikan vaksin.

“Gines adalah menteri yang hebat, dan lebih dari itu, saya menyukainya. Tapi apa yang dia lakukan tak dapat dimaafkan,” jelas Presiden Alberto Fernandez dalam wawancara dengan koran Pagina 12 setelah Gines Gonzales mengajukan pengunduran diri.

Di Peru, Menteri Kesehatan dan Menteri Luar Negeri juga mengundurkan diri setelah terungkap sekitar 500 pejabat pemerintah diam-diam mendapatkan vaksinasi Covid-19 sebelum vaksin tersedia untuk masyarakat.

Presiden sementara Peru, Francisco Sagasti mengatakan bulan ini, sebanyak 487 pejabat termasuk sejumlah mantan menteri yang mengundurkan diri, mendapat suntikan vaksinasi lebih awal.

Peru melaporkan sekitar 1,3 juta kasus infeksi Covid-19 dan lebih dari 46.000 kematian, menurut data Universitas Johns Hopkins.

Pada Jumat, Peru mendapatkan kiriman pertama oksigen dari Chile untuk mengatasi keterbatasan. Keterbatasan ini mengganggu proses pengobatan ribuan pasien Covid-19, di mana hampir 200 orang meninggal setiap hari pada Februari, empat kali lebih banyak dibandingkan pada Desember.

Baca juga:
Data Baru Sebut Kekebalan Kawanan Covid-19 Perlu Waktu Lima Tahun
Vaksin Adenovirus China Bisa Beri Perlindungan dari Covid-19 Hingga Dua Tahun
Pemerintahan Biden Akan Distribusikan 25 Juta Masker untuk Rakyat Miskin AS
Pasien di AS Meninggal Setelah Terima Donor Paru-Paru Terinfeksi Virus Corona
Filipina Tawarkan Perawat ke Inggris dan Jerman untuk Dibarter dengan Vaksin Covid-19
Ketidakadilan Dunia Itu Nyata, Distribusi Vaksin di Negara Kaya vs Negara Miskin
Indonesia Kecam Nasionalisme Vaksin karena Distribusi Tidak Adil dan Merata

Berita terkait: