Menteri Budi Dorong Pemimpin Daerah Beri Fasilitas Laik Pesepeda di Jalan

Kementerian Perhubungan telah mengatur mengenai keselamatan pengguna sepeda di jalan. Hal ini termaktub dalam Peraturan Menteri Perhubungan nomor 59/2020.

Adapun garis besar dari peraturan tersebut, diantaranya pemakaian helm untuk pesepeda yang menggunakan sepeda dengan kecepatan tinggi. Menggunakan atribut dengan reflektor dan lampu di malam hari, dan juga harus menggunakan jalur yang telah disediakan.

Namun sayangnya, tidak semua kota atau daerah di Indonesia memiliki fasilitas jalur sepeda. Maka dari itu Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi (BKS), menekankan pentingnya peran pemerintah daerah untuk bersama mengimplementasikan keselamatan pengguna jalan, termasuk pesepeda.

“Sekarang ini pemerintah daerah kita memiliki peran yang kuat terhadap masyarakat. Mengendorse, mengajak, memberikan fasilitas. Oleh karenanya, tidak mungkin kegiatan nasional ini berjalan ini baik tanpa dukungan dari para gubernur walikota dan bupati bahkan camat. Oleh karenanya, kita minta mereka memberi contoh,” kata Menteri Budi, Sabtu (17/10).

Dia menuturkan, banyak gubernur atau kepala daerah lainnya yang gemar bersepeda. Dengan figur kepala daerah yang menjadi idola, maka banyak masyarakat yang akan mengikuti. Sehingga ini mendorong untuk dibangunnya fasilitas jalur untuk pesepeda.

Menteri Budi berharap kegiatan bersepeda ini kedepannya bisa menjadi salah satu sarana antarmoda. “Saya juga berharap para pemangku kepentingan juga memberikan suatu dorongan agar upaya melakukan penggunaan sepeda ini digiatkan, katakanlah Gubernur, Walikota, Bupati. Kita gunakan sepeda ini untuk antarmoda, dari rumah ke stasiun kereta api, dari rumah ke MRT. Itu gunakan sebagai sarana antarmoda,” kata Menteri Budi.

Tiru Negara Maju Beri Fasilitas Pesepeda

maju beri fasilitas pesepeda

Demam bersepeda sedang melanda di Indonesia selama pandemi Covid-19. Tepatnya sejak bulan Maret 2020, dimana masyarakat mulai menghindari bepergian menggunakan transportasi umum.

Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia mencatat, peningkatan signifikan pesepeda di DKI Jakarta hingga seribu persen atau sepuluh kali lipat selama pandemi Covid-19. Anggota Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Anastasia Yulianti mengatakan, bahwa bukan hanya Jakarta saja yang mengalami peningkatan signifikan terhadap jumlah pesepeda, daerah lainnya pun juga mengalami peningkatan.

Anastasia pun berharap agar bersepeda akan berubah menjadi gaya hidup, bukan sekadar tren musiman semata. Dia yakin Indonesia bisa seperti negara-negara maju lainnya seperti Jepang, Belanda, maupun Jerman, bila pemerintah bisa menjamin keamanan para pesepeda serta meningkatkan infrastruktur untuk bersepeda.

“Untuk mengurangi penggunaan kendaraan bermotor dan beralih ke sepeda, pemerintah harus mengembangkan infrastruktur sepeda yang terhubung di seluruh kota atau daerah. Pemerintah juga harus memastikan pesepeda aman,” ungkap Anastasia saat diskusi virtual dengan tema Pesepeda: Mengatur dan Diatur.

Pemerintah juga harus memberikan penambahan pendanaan untuk infrastruktur sepeda, seiring dengan jumlah pesepeda yang terus bertumbuh. Pendanaan infrastruktur sepeda ini harus sebanding dengan program transportasi lain.

“Jadi harus sebanding dananya, jangan dibeda-bedakan,” katanya

Malah sebenarnya, kata Anastasia, pemerintah harus memprioritaskan infrastruktur yang aman bagi pesepeda. Para pesepeda harus benar-benar dijamin keamanannya. Anastasia memaparkan data jumlah laka lantas yang melibatkan para pesepeda sepanjang Januari hingga Juni 2020.

“Bike to Work (B2W) mencatat terdapat 29 peristiwa laka lantas sepeda dari Januari hingga Juni 2020. Dari 29 peristiwa tersebut, 58 persennya atau 17 pesepeda meninggal dunia,” ungkapnya.

Maka dari itu, dia meminta pemerintah agar bisa mencontoh negara-negara maju yang telah memprioritaskan pembangunan infrastruktur untuk pesepeda. Anastasia mengatakan, di Amerika Serikat, pendanaan infrastruktur sepeda naik hingga 40 persen. Begitu pula di Inggris.

“Di Inggris, pemerintah memprioritaskan pendanaan £ 2 miliar untuk infrastruktur sepeda dan sudah digunakan sebesar £ 250 juta saat pandemi,” kata Anastasia menjelaskan

Anastasia menambahkan bahwa kebijakan di Inggris itu disebut sebagai kebijakan once in generation, karena untuk pertama kalinya pemerintah memprioritaskan pendanaan untuk infrastruktur sepeda dalam jumlah besar.

Pada beberapa waktu lalu, rumor soal pajak sepeda yang sempat menghebohkan masyarakat. Rumor ini sudah dibantah oleh Kemenhub bahwa tidak benar Kemenhub akan memberikan pajak bagi pesepeda. Kendati begitu, masyarakat sempat membanding-bandingkan Indonesia dengan negara-negara yang malah memberikan insentif bagi pengguna sepeda.

Anastasia yang juga seorang Peneliti Laboratorium Transportasi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata itu membenarkan bahwa memang ada beberapa negara yang memberikan insentif kepada warganya yang merupakan pengguna sepeda.

Negara-negara tersebut adalah Belanda yang memberikan kompensasi pajak sebesar Rp3.180 per kilometer, Belgia Rp3.246 per kilometer, Selandia baru Rp72 ribu per harinya, dan akan dinaikkan menjadi Rp145 ribu bila pesepeda itu konsisten menggunakan sepeda selama satu tahun, kemudian Prancis yang memberikan Rp800 ribu sebagai biaya ganti perawatan sepeda, dan Italia yang akan memberikan warganya Rp8 juta bila warganya membeli sepeda.

Peneliti lab transportasi itu pun menambahkan bila bukan negara-negara Eropa saja yang memberikan insentif bagi warganya yang menggunakan sepeda.

“Negara di Asia, yang dekat dengan kita juga ada yang memberikan insentif bagi pesepeda. Filipina itu memberikan tunjangan pajak serta memberikan kupon makan gratis bagi pengguna sepeda,” kata Anastasia menambahkan.

Terakhir, dia juga mendorong pemerintah daerah untuk membuat perubahan signifikan pada tata ruang jalan, agar bisa memberikan lebih banyak ruang bagi pengendara sepeda dan pejalan kaki.

Reporter: Pipit Ika Ramadhani

Sumber: Liputan6

Baca juga:
Kemenhub di Pekan Nasional Keselamatan Jalan: Tingkat Kecelakaan di RI Masih Tinggi
Menhub Budi Ajak Masyarakat Bersepeda Tingkatkan Imunitas Tangkal Covid-19
Menhub Budi Karya Jajal Integrasi Antar Moda Transportasi, Naik KRL hingga Bersepeda
Menhub Budi Ingin Masyarakat Bersepeda Tak Hanya Akhir Pekan
Pengetatan PSBB di Ibu Kota, Pengguna Sepeda Kian Ramai
Aksi Bersepeda dengan Balutan Kebaya
Panduan Aman Bersepeda bagi Mereka yang Memiliki Penyakit Jantung

Berita terkait: