Menpora: tak boleh ada kegiatan di GBK termasuk pelatnas

GBK ditutup pada 11-24 Januari maka para cabor itu (tenis dan atletik) juga menghentikan aktivitasnya Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin menegaskan bahwa untuk sementara waktu tak boleh ada kegiatan apa pun di Komplek Stadion Gelora Bung Karno (GBK), termasuk pelatnas sehubungan dengan kebijakan pemerintah soal pembatasan kegiatan masyarakat.

Zainudin mengatakan telah melakukan pertemuan dengan pihak pengelola GBK terkait masalah tersebut. Sepanjang 2020 dan awal 2021, hanya ada dua cabang olahraga yang menggelar pelatnas di komplek GBK, yakni tenis dan atletik.

“GBK ditutup pada 11-24 Januari maka para cabor itu (tenis dan atletik) juga menghentikan aktivitasnya. Cabor lain belum (memulai pelatnas di GBK),” ungkap Zainudin dalam jumpa pers yang diikuti secara virtual di Jakarta, Rabu.

Baca juga: PSBB Jakarta, seluruh fasilitas olahraga di GBK ditutup sementara

Menpora mendukung langkah Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) menutup seluruh fasilitas kawasan tersebut demi menghindari kerumunan dan risiko penularan COVID-19. Pemberlakuan itu, menurutnya, berlaku untuk semua. Tak ada perlakuan khusus masyarakat umum dan atlet pelatnas.

Sehubungan dengan terhentinya aktivitas pelatnas dua cabor tersebut, Zainudin mengatakan akan melakukan koordinasi dengan masing-masing induk cabang olahraga itu terkait lokasi pelatnas. Jangan sampai latihan terhenti karena menurut dia latihan bisa dipindahlokasikan untuk sementara waktu.

“Tempat latihan kan bukan hanya di satu tempat dan cabor lain sih jalan terus. Kalo ada kondisi spesifikasi sarana latihan atau lapangan tentu akan dicarikan pengganti,” ucap dia.

PPKGBK telah menutup sementara seluruh fasilitas olahraga publik di kawasan tersebut pada 11-25 Januari.

Baca juga: PB PASI sambut baik rencana vaksinasi COVID-19 bagi atlet
Baca juga: Kemenpora usulkan 17 cabor prioritas penerima vaksin COVID-19

Berita terkait: