Menpora Berjanji Terbuka Soal Anggaran Piala Dunia U-20

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali berjanji akan terbuka terkait anggaran yang dikeluarkan pemerintah untuk penyelenggaraan Piala Dunia U-20 tahun depan. Namun, ia belum bisa memastikan total biaya penyelenggaran yang berlangsung 20 Mei hingga 12 Juni di 6 provinsi di Indonesia tersebut.

Hingga saat ini, pemerintah belum tahu mana yang menjadi tanggungan Federasi Sepakbola Internasional (FIFA) dan yang menjadi tanggungjawab Indonesia sebagai tuan rumah. Kempora masih terus berkoordinasi dengan PSSI untuk menghitung berapa anggaran biaya yang akan dikeluarkan pemerintah untuk pelaksanaan Piala Dunia U-20 tersebut.

“Indonesia kan baru pertama kali menggelar Piala Dunia U-20. Kempora masih terus berkoordinasi dengan PSSI untuk menghitung berapa biaya pelaksanaannya. Yang pasti, kita akan terbuka soal berapa anggaran yang akan dikeluarkan untuk mensukseskannya,” kata Zainudin Amali saat mendampingi Walikota Surabaya Tri Rismaharini dalam jumpa pers di Kantor Kempora Jakarta, Kamis (6/8/2020).

Untuk menyukseskan Piala Dunia U-20 tahun depan, kata Zainudin Amali yang juga sebagai Ketua Panitia Penyelenggaran Piala Dunia U-20 2021 (INAFOC), Indonesia menyiapkan enam stadion. Keenam stadion tersebut adalah Stadion Utama Gelora Bung Karno (Jakarta), Gelora Sriwijaya (Palembang), Si Jalak Harupat (Bandung), Stadion Manahan (Solo), Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya), dan Stadion I Wayan Dipta (Bali).

“Soal kesiapan stadion, kita terus berkoordinasi. Sebelumnya, saya sudah menerima Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru dan Walikota Palembang, Harnojoyo dan sekarang Walikota Surabaya, Tri Rismaharini,” katanya.

Berbicara masalah Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Zainudin Amali mengatakan, kesiapannya memang sedikit terganggu karena masalah pandemi. Namun, dia yakin Pemkot Surabaya sudah mengantisipasinya.

“Pemkot Surabaya itu cukup komit untuk mempersiapkan Stadion Gelora Bung Tomo sebagai salah satu tempat pelaksanaan Piala Dunia U-20 2021. Mungkin kalau tidak ada pandemi Covid-19, persiapannya sudah rampung,” katanya.

Ia melanjutkan, “GBT sangat layak jadi salah satu pilihan FIFA dan stadion lain yang sudah dipersiapkan pemerintah Kota Surabaya yang nanti segala sesuatunya kami akan koordinasi dan bekerja sama. Kami sementara menunggu inpres penetapan tentang stadion dan kota-kota dan keterlibatan pemerintah baik kementerian dan lembaga dan pemda yang ditempati oleh pertandingan Piala Dunia U-20 itu.”

Sementara itu Tri Rismaharini mengatakan, Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya sudah siap menyambut kedatangan utusan dari FIFA yang akan memverifikasi kelayakan stadion dengan fasilitas tiga lapangan tempat latihan pada September mendatang. Selain membangun ketiga lapangan untuk latihan itu, pihaknya juga menyiapkan dua lapangan tempat latihan lagi yang juga berlokasi di Surabaya.

“Stadion GBT terus dibenahi sehingga memenuhi standar FIFA. Kami juga telah membangun tiga lapangan latihan di lokasi komplek GBT sebagai sarana pendukung. Yang pasti, kita sudah siap menyambut kunjungan FIFA yang akan memverifikasi kelayakan Stadion GBT yang dijadwalkan September mendatang. Mudah-mudahan persiapan sudah mencapai 90 persen saat kunjungan nanti,” kata Rismaharini.

Sementara soal akses jalan ke Stadion Gelora Bung Tomo, Risma meminta untuk tidak khawatir. “Tak ada masalah soal akses jalan. Ada empat akses jalan yang disiapkan untuk menuju Stadion Gelora Bung Tomo,” ujarnya.

Pada bagian lain, Risma mengungkapkan, fasilitas lapangan berstandar internasional yang berada di Surabaya itu, kata Risma, bukan hanya untuk mendukung keinginan pemerintah menyukseskan pelaksanaan Piala Dunia U-20 2021. Setelah turnamen, lapangan-lapangan tersebut bisa digunakan untuk menggelar turnamen sepakbola internasional dan juga disewakan bagi klub-klub luar yang ingin melakukan latihan saat di negaranya musim dingin.

Berita terkait: