Menlu G7 Kutuk Kekerasan di Myanmar

Penggunaan kekerasan terhadap orang-orang yang memprotes kudeta militer di Myanmar tidak dapat diterima. Seperti dilaporkan Reuters , Selasa (23/2), para menteri luar negeri kelompok negara G7 mengutuk kekerasan terhadap pengunjuk rasa Myanmar.

“Siapapun yang menanggapi protes damai dengan kekerasan harus dimintai pertanggungjawaban,” kata menteri luar negeri dalam pernyataan bersama.

“Kami mengutuk intimidasi dan penindasan terhadap mereka yang menentang kudeta. Kami tetap bersatu dalam mengutuk kudeta di Myanmar. Kami menyerukan lagi untuk pembebasan segera dan tanpa syarat dari mereka yang ditahan secara sewenang-wenang, termasuk Penasihat Negara Aung San Suu Kyi dan Presiden Win Myint,” kata para menlu G7.

Berita terkait: