Menko Airlangga: Diskon Pajak Perumahan untuk Dorong Masyarakat Menengah Belanja

Pemerintah memberikan insentif sektor perumahan berupa pembebasan PPN untuk rumah dengan harga jual paling tinggi Rp2 miliar. Insentif ini diberikan karena sektor perumahan tak luput dari dampak pandemi Covid-19.

“Untuk properti juga terdampak berat, tidak hanya real estate tetapi juga konstruksi yang juga memberikan kontribusi terhadap PDB Indonesia,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam Webinar MNC Investor Group, Jakarta , Selasa (2/3).

Airlangga mengatakan, setidaknya ada 174 industri yang bergerak mengandalkan sektor perumahan. Apalagi 80 persen perumahan yang dicari bernilai Rp2 miliar. “Ada 174 industri yang mengandalkan dan bergantung ke sektor ini,” kata dia.

Untuk itu, diharapkan dengan adanya insentif ini bisa mendorong masyarakat kelas menengah untuk berbelanja.

Di lain hal, Menko Airlangga mengatakan bahwa Proyek Strategis Nasional (PSN) pun akan tetap dilanjutkan di tengah Pandemi Covid-19.

Setidaknya ada 201 proyek dan 10 program yang memiliki nilai investasi lebih dari Rp4,817 triliun. “Pembangunan infrastruktur akan membantu pemerataan ekonomi di wilayah Indonesia sekaligus meningkatkan investasi,” sambung Airlangga.

Indonesia juga akan memanfaatkan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang memberikan manfaat akses pasar yang lebih luas, akses Foreign Direct Investment (FDI), dan integrasi dalam rantai pasokan dunia.

Dalam hal reformasi struktural dan transformasi ekonomi, Airlangga menegaskan Pemerintah berkomitmen untuk memastikan pelaksanaan UU Cipta Kerja beserta peraturan pelaksanaannya. Hal ini sesuai dengan standar internasional terutama pada isu-isu yang berkaitan dengan perlindungan lingkungan hidup dan hak para pekerja.

Berita terkait: