Menkeu AS Peringatkan Investor akan Bahaya Bitcoin

Menteri Keuangan Amerika Sreikat (AS) Janet Yellen memperingatkan investor akan bahaya bitcoin bagi investor dan publik, Senin (22/2/2021).

Bitcoin terus naik hingga menembus valuasi US$ 55.000 dan kapitalisasi US$ 1 triliun pekan lalu. Meskipun sempat terkoreksi awal pekan ini, namun bitcoin masih diperdagangkan di atas US$ 53.000. CEO Tesla Elon Musk pada 8 Februari mengumumkan perusahaannya telah membeli bitcoin senilai US$ 1,5 miliar dan akan mulai menerima pembayaran dalam bentuk bitcoin.

Meski demikian, Yellen memperingatkan investor akan ketidakstabilan dan legitimasi bitcoin yang masih diragukan.

“Menurut saya, bitcoin tidak digunakan sebagai mekanisme transaksi yang luas. Saya khawatir kalau bitcoin lebih sering digunakan untuk mendanai transaksi ilegal. Bitcoin juga sangat tidak efisien sebagai alat transaksi, belum lagi jumlah energi yang digunakan untuk memproses transaksi tersebut,” kata Yellen kepada CNBC .

BACA JUGA

Demam Bitcoin Picu Kekhawatiran Spekulasi

Proses menambang bitcoin menggunakan komputer supercepat dan hal ini menghabiskan energi yang sangat besar. Jumlah emisi karbon yang dihasilkan untuk menambang bitcoin dalam setahun di seluruh dunia setara dengan emisi karbon Selandia Baru.

Selain itu, bitcoin juga susah dilacak sehingga sering digunakan untuk mendanai transaksi ilegal.

“Bitcoin adalah aset yang sangat spekulatif dan saya memperingatkan Anda sekalian bahwa bitcoin bisa menjadi sangat volatil, dan saya khawatir akan potensi kerugian yang bisa dialami investor,” kata Yellen.

Mantan ketua The Fed itu juga mengatakan dirinya telah mempelajari kemungkinan memperkenalkan mata uang digital dan sistem pembayaran yang diharapkan bisa diluncurkan dalam beberapa tahun ke depan.

Berita terkait: