Mengenang Kebaikan Syekh Ali Jaber, Ulama Berhati Mulia

Kabar duka kembali menyelimuti Tanah Air. Syekh Ali Jaber meninggal dunia pagi tadi di RS Yarsi Cempaka Putih.

Sebelumnya diketahui mendiang sempat terinfeksi virus Covid-19 . Setelah menjalani perawatan dan sempat kritis hingga dinyatakan pihak medis sudah negatif.

Syekh Ali merupakan pejuang Alquran yang dikenal sangat santun dan baik hati. Begitu banyak kenangan indah membekas semenjak kedatangannya ke Indonesia.

Meski menjadi ulama besar, namun perangainya begitu sederhana. Hingga tak segan-segan beliau pernah mencium kaki anak penghafal Alquran .

Bentuk kerendahan hati dan cintanya pada Islam begitu terpancar. Masih banyak kebaikan ulama berhati mulia yang satu ini sampai tak terhitung.

Berikut beberapa kenangan kebaikan Syekh Ali Jaber yang telah dirangkum.

Pemulung Jago Ngaji Diangkat Anak

Sosok Muhammad Ghifari Akbar atau Akbar sempat heboh dan hangat diperbincangkan warganet. Bocah pemulung asal Garut ini viral, lantaran tak sengaja tertangkap kamera sedang membaca Alquran di trotoar.

Hal tersebut membuat ulama kondang, Syekh Ali Jaber mengaku bangga dan salut. Bahkan beliau mengatakan akan mengangkat bocah pemulung itu menjadi anaknya. Serta membawanya ikut serta melaksanakan ibadah umrah ke Tanah Suci.

syekh ali jaber bersama keluarga akbar©2021

Video viral di media sosial yang mempertontonkan Akbar membaca Al-Quran, ditemani sekarung peralatan memulung. Sosok Akbar lantas menarik perhatian. Sembari berteduh dari hujan, ia menyempatkan diri untuk membaca kitab suci.

Melalui sebuah acara, akhirnya keinginan Syekh Ali Jaber untuk bertemu terpenuhi.

“Alhamdulillah wasyukurillah, yang saya cita-citakan yang saya punya niat untuk berkunjung untuk bertemu langsung. Akhirnya saya dikasih kesempatan bisa bertemu langsung di salah satu acara,” kata Syekh Ali.

Diajak Umrah

Sekian kali Syekh Ali menyampaikan pujian pada Akbar. Sebagai bocah pemulung, ia bisa menjadi suri tauladan bagi masyarakat.

“Ini dia Akbar, Muhammad Ghifary Akbar. Yang cukup viral fotonya di media sosial. Yang pemulung tapi istiqomah jaga sholat dan ngaji,” imbuh Syekh Ali.

syekh ali jaber bersama keluarga akbar©2021

Melalui pertemuan tersebut, Akbar pun diajak duduk semobil dengan Syekh Ali. Ia langsung mengutarakan niatnya untuk mengangkat Akbar sebagai anak. Serta mengajaknya pergi ke Tanah Suci.

“Saya bahagia sekali bisa bertemu Akbar, saya bangga sekali bisa bertemu. Akbar kira-kira minat enggak jadi anak angkat? Boleh ya? Nanti kita umrah bareng ya, Alhamdulillah,” ujar Syekh Ali.

Selesai mengisi acara, Syekh Ali menyempatkan diri untuk mengunjungi kediaman Akbar dan keluarganya yang terletak di ampung Sodong, Kelurahan Muara Sanding, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Rabu (11/11/2020) malam.

syekh ali jaber bersama keluarga akbar di garut©2020

Maksud kedatangannya, tak lain untuk meminta restu untuk membina Akbar di pesantren.

“Alhamdulillah sudah diberi restu oleh keluarganya, ayahnya, kakeknya, neneknya, semua keluarga besar yang di sini. Insya Allah akan kami bina di pesantren kami di Cipanas (Cianjur) selama satu bulan. Setelah itu kita bawa berangkat umrah. Selepas umrah dia lanjut lagi belajar,” tutur Ali Jaber di rumah nenek Akbar.

Ucapkan Selamat dan Mendoakan Kelahiran Anak Penusuknya

Syekh Ali pernah mengalami insiden penusukan saat mengisi acara dakwah di Lampung. Penusukan tersebut dilakukan oleh salah seorang pemuda berinisial AA.

Meski sudah menjadi korban aksi kriminal penusukan, Syekh Ali tetap menunjukkan sikap terpujinya. Usai peristiwa tersebut, ia mendapatkan informasi bahwa istri dari pelaku baru saja melahirkan.

pelaku penusukan syekh ali jaber

©2020 Instagram/@warung_jurnalis

“Istrinya juga baru melahirkan. Jadi pada kesempatan live ini saya ucapkan selamat untuk istri beliau,” ucapnya dalam video yang diunggah dalam saluran Youtube Syekh Ali Jaber.
Selain itu, Syekh Ali Jaber juga berdoa supaya keturunan dari AA dan istrinya mampu menjadi anak yang baik. Serta mendoakan kelak menjadi pribadi yang mampu hafal AlQuran.

“Semoga keturunannya yang baru lahir, mudah-mudahan bisa menjadi berguna bagi Indonesia. Bisa juga menjaga nama baik keluarga, dan mudah-mudahan menjadi keturunan yang mampu hafal Alquran,” ungkap Syekh Ali.

Minta Maaf ke Pelaku

Sedari awal insiden penusukan, tak pernah terbesit menyalahkan pelaku. Syekh Ali Jaber malah minta maaf. Saat kejadian berlangsung pun, ia yang terus memohon untuk tidak menghakimi pelaku. Kala itu sebagian jemaah langsung menyerbu dan memukul AA.

syekh ali jaber ucapkan selamat atas kelahiran anak pelaku penusukanYoutube/Syekh Ali Jaber ©2020

Syekh Ali memohon maaf lantaran peristiwa tersebut menyebabkan AA sempat mendapat perlakuan hakim dari masyarakat hingga babak belur.

“Saya minta maaf karena kejadian sampai terlihat lukanya cukup serius, saya minta maaf. Karena disaat kejadian yang sama saya tidak bisa membelamu sepenuhnya. Walaupun saat itu saya sempat menghentikan jamaah tapi agak lambat karena saya sibuk untuk melepas pisau,” papar Syekh Ali.

Lebih lanjut, Syekh Ali juga memberikan doa pada sang pelaku. Meski telah menjadi korban, ia berharap AA bisa diampuni segala dosa-dosanya. Serta mendapatkan hikmah dibalik semua yang sudah terjadi.

“Dan apa yang terjadi justru menambahkan saya cinta kepada Indonesia. Cinta kepada masyarakat,” tutur Syekh Ali Jaber.

Cium Kaki Bocah Penghafal Alquran

Muhammad Naja Hudia Afifurohman termasuk finalis Hafidz Indonesia yang mengidap cerebral palsy atau lumpuh otak sejak lahir. Bocah berusia 9 tahun itu memiliki keterbatasan, baik fisik maupun sistem kerja otaknya.

syekh ali jaber cium kaki bocah penghafal alquranChannel YouTube deHakims ©2020

Melihat sosok Naja, Syekh Ali mengaku ingat dengan kisah Nabi Muhammad SAW yang memuliakan para penghafal Alquran. Saking mulianya, sampai janji Allah, bahwa neraka tak berani menyentuh.

“Karena saya ingat, Rasulullah SAW saking mulianya dengan Alquran, beliau seperti Quran berjalan. Jadi anak seperti ini, dia seluruh tubuhnya itu sudah terisi dengan Alquran,” papar Syekh Ali.

syekh ali jaber cium kaki bocah penghafal alquranChannel YouTube deHakims ©2020

Menurut Syekh Ali, bocah asal Gomong, Selaparang, Kabupaten Mataram, NTB itu lebih mulia dari dirinya. Sampai ia rela mencium kaki Naja sekian kali, sebagai bentuk merendah di hadapan sosok yang patut dimuliakan.

“Dan dia jauh lebih hebat dari saya. Saya saja yang sudah dari usia dini menghafal Alquran, tapi belum menghafal sehebat Naja ini. Ya mudah-mudahan kita memuliakan mereka, mencium kaki mereka. Mudah-mudahan Allah melipatkan dan mendapatkan syafaat dari mereka,” ucap Syekh Ali.

Itulah beberapa kenangan kebaikan Syekh Ali Jaber yang begitu menyentuh. Sosok ulama berhati mulia yang memberi contoh dalam berdakwah. Bukan melalui kekerasan dan paksaan, melainkan merangkul dengan perangai yang lembut. Insyaa Allah Syekh Ali Jaber syahid.

Video

Berikut video kabar duka meninggalnya Syekh Ali Jaber yang disampaikan oleh sahabatnya di Indonesia, Ustaz Yusuf Mansur.

      View this post on Instagram

A post shared by Yusuf Mansur (@yusufmansurnew)

Berita terkait: