Mengenal CoronaVac, Calon Vaksin Covid-19 yang Akan Diproduksi Bio Farma

Pemerintah Indonesia melalui PT Biofarma bekerja sama dengan sejumlah instansi, Sinovac Biotech Ltd China dan the Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI), sedang mengembangkan vaksin untuk Covid-19 produksi dari dalam negeri.

Sinovac Biotech sudah mendapatkan izin Kementerian Kesehatan dan Badan POM terkait protokol uji klinisnya. Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan bila uji klinis tahap ketiga berhasil dilaksanakan, maka BUMN Farmasi PT Bio Farma sudah siap memproduksi 100 juta vaksin corona atau Covid-19 Sinovac per tahun.

Sinovac Biotech Ltd adalah perusahaan biofarmasi asal Tiongkok yang juga diperdagangkan di pasar modal AS Nasdaq dengan kode SVA. Produk vaksin Covid-19 Sinovac diberi nama CoronaVac.

Dalam uji klinis tahap I/II, dari 743 sukarelawan (143 di tahap pertama dan 600 di tahap kedua), tidak ditemukan efek samping yang berbahaya. Di pengujian tahap II, vaksin berhasil mengembangkan antibodi penetralisir dalam 14 hari setelah vaksinasi dengan jadwal 0,14 hari. Tingkat seroconversion antibodi penetralisir di atas 90 persen, yang bisa disimpulkan vaksin dapat menimbulkan respons imun.

“Uji tahap I/II menunjukkan CoronaVac aman dan bisa menimbulkan respons imun. Hasil menggembirakan dari fase I/II uji klinis adalah pencapaian signifikan dalam perang melawan Covid-19. Kami akan mulai investasi membangun fasilitas pembuatan obat supaya kami bisa memaksimalkan jumlah dosis untuk melindungi orang-orang dari Covid-19. Kami berkomitmen mengembangkan CoronaVac untuk digunakan di seluruh dunia,” kata Weidong Yin, CEO Sinovac, 13 Juni lalu.

Protokol Uji klinis tahap III akan diajukan kepada National Medical Products Administration (NMPA) Tiongkok dalam waktu dekat. Sinovac juga menggandeng Instituto Butantan di Brasil untuk melakukan uji klinis tahap III. Otoritas Brasil telah memberikan izin fast track atau percepatan izin (hanya butuh dua minggu untuk mengeluarkan izin karena situasi darurat) untuk uji coba tahap III pada 3 Juli lalu.

Sinovac didirikan pada tahun 2009 sebagai perusahaan riset dan manufaktur vaksin. Beberapa produknya antara lain vaksin pneumonia, enterovirus71 (EV71), hepatitis A and B, influenza musiman, H5N1 (flu burung), H1N1 influenza (flu babi), vaksin varicella dan gondongan ( mumps ). Perusahaan ini adalah yang pertama mendapatkan izin untuk vaksin H1N1 pada tahun 2009, dan penyedia tunggal vaksin H5N1 untuk Pemerintah Tiongkok.

Berita terkait: