Mendes PDTT: Desa kunci kemajuan daerah dan bangsa

Jakarta – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan desa adalah kunci kemajuan daerah dan penentu kemajuan bangsa, sehingga pembangunan seharusnya tidak mengesampingkan desa.

“Mulai hari ini, saya mengajak kita semua untuk menjadikan desa sebagai arus utama dalam perencanaan pembangunan daerah. Kita curahkan energi yang ada untuk membantu akselerasi desa mencapai SDGs Desa,” kata Mendes Halim atau yang akrab disapa Gus Menteri melalui keterangan pers yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Gus Menteri mengatakan tidak tepat jika pemerintah daerah (Pemda) mengesampingkan pembangunan desa dan menomorduakan warga desa.

Baca juga: Mendes PDTT tegaskan desa adalah kunci kemajuan Indonesia

Baca juga: Kemendes PDTT targetkan 10 ribu desa tertinggal jadi desa berkembang

Untuk itu, aktivitas pembangunan daerah harus berdampak langsung pada desa, berimplikasi pada peningkatan kualitas hidup warga desa.

“Jangan hanya puas dengan data-data makro ekonomi yang telah dicapai, tapi mengabaikan sisi pemerataan hasil pembangunan,” katanya.

Menurutnya, percuma terjadi pertumbuhan ekonomi yang spektakuler jika hanya dinikmati oleh segelintir orang. Investasi juga tidak berarti jika hasilnya tidak dapat dirasakan sampai ke desa.

Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk menjadikan desa sebagai arus utama dalam perencanaan pembangunan daerah.

Menurut dia, pembangunan desa dalam upaya mencapai SDGs Desa akan lebih terfokus dan memiliki arah, sasaran dan target yang jelas sesuai dengan kondisi riil desa.

Selain itu, pengarusutamaan pembangunan desa dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) akan dapat berkontribusi sebesar 74 persen terhadap pembangunan nasional.

Baca juga: Mendes PDTT ingatkan kades susun visi misi SDGs

Hal itu disebabkan karena dari aspek kewilayahan, setidaknya ada 91 persen wilayah Indonesia merupakan wilayah pedesaan, dan ada 11 SDGs yang berkaitan erat dengan kewilayahan desa.

Dari aspek kependudukan, 43 persen penduduk Indonesia ada di desa dan ada 6 SDGs berkaitan erat dengan warga desa.

“Masa depan Indonesia bergantung pada masa depan desa-desa di seluruh Indonesia. Kalau menginginkan Indonesia berdaulat, maju, adil dan makmur, harus dimulai dari desa. Desa Masa depan Indonesia,” kata Gus Menteri.

Berita terkait: