Mendes dan Bupati Kukar Bahas Ketahanan Pangan di Lahan Transmigrasi

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar bersama Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah mematangkan rencana program ketahanan di lahan transmigrasi dalam pertemuannya di Kantor Kemdes PDTT, Jakarta, Kamis (14/1/2021).

Pertemuan ini membahas hak pengelolaan lahan (HPL) transmigrasi dan implementasi izin pelaksanaan transmigrasi (IPT) di Kabupaten Kukar, Kalimantan Timur.

Edi menjelaskan, rencana pembangunan program ketahanan pangan di Kukar melalui pembangunan pertanian. Ia berharap HPL transmigrasi dan IPT yang masih ada bisa dimanfaatkan kembali.

“Salah satu yang kami kembangkan adalah komoditi jagung hibrida. Sektor pertanian ini menjadi konsentrasi kami beberapa tahun ke depan melalui program revolusi jagung,” kata Edi dalam keterangan tertulisnya.

“Jadi, kalau dilihat dari SDGs Desa yang Pak Menteri arahkan itu, dari 18 fokus, dalam program revolusi jagung kami ada empat fokus di sana. Desa tanpa kemiskinan, desa tanpa kelaparan, pertumbuhan ekonomi desa merata dan kemitraan untuk pembangunan desa,” sambungnya.

Menanggapi hal ini, Mendes PDTT menyatakan akan mendukung penuh upaya yang dilakukan Bupati Edi.

“Kita support penuh Pak Bupati, kita akan upayakan semaksimal mungkin. Dan ini akan menjadi pemicu kita untuk menyelesaikan IPT. Yang penting masyarakatnya diuntungkan, itu saja,” ungkapnya.

Mendes PDTT mengatakan, pihaknya akan segera memangkas berbagai hal yang menghambat upaya-upaya untuk mewujudkan ketahanan pangan dengan tidak melanggar aturan-aturan yang ada. Ia juga berpesan kepada Bupati Edi untuk melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) maupun BUMDesma dalam membangun ketahanan pangan melalui program revolusi jagung ini.

“Tapi memang kita minta dengan sangat agar melibatkan BUMDes. Nah , BUMDes itu bisa diperluas tidak hanya ditingkat desa, tapi juga ditingkat kecamatan, yaitu BUMDes Bersama atau BUMDesma,” tutup Mendes PDTT.

Berita terkait: