Mendagri: Tidak Mudah Jaga Perbatasan Indonesia

– Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengemukakan tidak mudah menjaga seluruh perbatasan Indonesia. Hal itu karena wilayah perbatasan cukup besar. Selain itu, pos-pos batas dengan negara lain juga sangat banyak.

“Negara kita adalah negara dengan salah satu yang garis pantainya terpanjang di dunia. Kemudian negara kepulauan terbesar di dunia, sekitar 17.000 lebih pulau. Jepang kalah. Ini adalah tantangan bagaimana mengelola perbatasan,” kata Tito Karnavian dalam webinar bertema “Mengelola Batas Wilayah Negara dan Kawasan Perbatasan Menuju Indonesia Maju” di Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), Jakarta, Kamis, (17/9/2020).

Ia menyebut 65 persen wilayah Indonesia adalah laut. Berbeda dengan negara yang semuanya terdiri atas daratan maka penanganan perbatasan bisa lebih mudah. Dengan wilayah yang lebih luas laut dari daratan, banyak celah untuk terjadi tindakan-tindakan ilegal. Di antaranya, penyelundupan, narkotika, illegal trafficking , human trafficking , dan sebagainya.

BACA JUGA

Mahfud Sebut Tiga Tugas Menjaga Perbatasan

“Coba kita bandingkan dengan Singapura misalnya. Negara pulau, island state , sangat mudah menjaga perbatasannya. Negara sebesar Indonesia tidak mudah. Itulah mungkin kita menghadapi persoalan Indonesia sebagai salah satu yang bordernya cukup rentan untuk terjadinya berbagai tindakan illegal,” tutur Tito Karnavian.

Mantan Kapolri ini menyebut Indonesia punya banyak masalah perbatasan dengan negara tetangga. Satu demi satu berbagai permasalahan tersebut diatasi dengan membangun komunikasi dengan negara-negara tetangga.

Tito Karnavian ini meminta TNI, Polri dan Angkatan Laut untuk memperketat pengawasan di perbatasan terutama untuk jalur ilegal (masuk dan keluar). Pengetatan perbatasan juga sangat penting juga untuk mencegah penularan Covid-19 dari negara tetangga.

“Ini harus ditegakkan sedapat mungkin untuk mencegah jalur-jalur tikus ini menjadi pintu masuk illegal entry maupun illegal exit untuk menekan penularan Covid-19 ,” tutur Tito Karnavian.

BACA JUGA

Cegah Covid 19, Mahfud Minta Wilayah Perbatasan Perketat Pelayanan dan Pengawasan

Dia menyebut Indonesia punya banyak masalah perbatasan dengan negara tetangga. Satu demi satu berbagai permasalahan tersebut diatasi dengan membangun komunikasi dengan negara-negara tetangga.

“Ada beberapa dispute atau sengketa perbatasan. Baik darat, laut terutama. Ini diselesaikan dengan skala prioritas secara bertahap. Beberapa dispute (perselisihan) dengan Malaysia. Ada yang sudah diselesaikan. Ada juga yang masih dalam proses penyelesaian. Kemudian ada dengan Timor Leste. Lalu dengan Papua Nugini. Nah ini kita selesaikan secara bertahap,” tutup Tito.