Mendagri Imbau Pemerintah Daerah Permudah Izin Berusaha

– Menteri Dalam Negeri ( Mendagri ) Tito Karnavian mengimbau pemerintah daerah (pemda) mempermudah perizinan usaha bagi investor karena dapat menyerap banyak tenaga kerja. Apalagi Indonesia akan mengalami bonus demografi, yakni kondisi jumlah angkatan kerja akan melimpah sehingga membutuhkan banyak penciptaan lapangan kerja.

Bonus demografi, lanjut Tito, akan menjadi keuntungan bagi percepatan pembangunan, bila sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki unggul dan ketersediaan lapangan kerja mencukupi.

“Namun hal ini juga dapat menjadi persoalan demografi bila yang terjadi justru sebaliknya, yakni SDM tak memiliki daya saing dan lapangan kerja terbatas. Akhirnya ini menjadi permasalahan kriminal dan lain-lain, gangguan keamanan, konflik sosial,” kata Tito Karnavian saat memberi arahan kepada kepala daerah pada Rapat Koordinasi Gubernur dan Bupati/Wali Kota terkait peran gubernur sebagai wakil pemerintah pusat dan percepatan penegasan batas daerah, di Kantor Kemdagri, Jakarta, Jumat (30/4/2021).

Dijelaskan Tito, pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, salah satu yang diinginkan presiden, yakni membuka lapangan kerja secara luas.

BACA JUGA

Belajar dari India, Mendagri Minta Masyarakat Tak Lengah Terapkan Prokes

Untuk merespons itu, selain membenahi sektor pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melakukan langkah berupa perbaikan regulasi dengan diterbitkannya UU Cipta Kerja dan reformasi birokrasi.

“Perbaikan regulasi dan birokrasi itu, merupakan upaya untuk memudahkan investor dalam mengurus perizinan berusaha dan berinvestasi,” ujar Tito Karnavian.

Untuk mendukung investasi, Mendagri menegaskan, kepala daerah agar membuat tim untuk mendata peraturan-peraturan daerah yang dinilai menghambat iklim investasi. Menurutnya, selain faktor keamanan, infrastruktur, dan situasi politik, para investor juga membutuhkan adanya kepastian hukum serta kemudahan untuk membuka usaha.

Keberadaan swasta dinilai penting untuk membuka lapangan kerja secara luas. Terlebih, di tengah kondisi pandemi yang masih berlangsung, membuat kondisi keuangan baik APBN maupun APBD mengalami penurunan, sehingga sukar membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

“Peran Swasta menjadi sangat kunci, swasta menjadi motor yang sangat penting untuk menyiapkan lapangan kerja,” terang Tito Karnavian.

Berita terkait: