Menaker Ida: Ada 247.000 Penyandang Disabilitas Menganggur

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah mengatakan, jumlah pengangguran terbuka penyandang disabilitas di Indonesia mencapai 247.000 orang atau TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) sebesar 3 persen. Sedangkan, jumlah penyandang disabilitas yang bekerja mencapai 7,57 juta.

“Jumlah penyandang disabilitas yang bekerja sebanyak 7,57 juta dan jumlah pengangguran terbuka penyandang disabilitas sebanyak 247.000 orang TPT atau 3 persen,” ujar Menteri Ida dalam diskusi daring bersama Apindo, Jakarta , Rabu (24/2).

Menteri Ida mengatakan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penyandang disabilitas masuk usia kerja sebanyak 17,7 juta sementara yang masuk dunia kerja sebanyak 7,8 juta orang. Hal ini berarti Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) penyandang disabilitas hanya 44 persen, jauh di bawah TPAK nasional sebanyak 69 persen.

“Rendahnya partisipasi penyandang disabilitas menunjukkan bahwa penyandang disabilitas mundur dari pada masuk ke pasar kerja,” kata Menteri Ida.

Faktor Penyebab

menaker ida: ada 247.000 penyandang disabilitas menganggur

Adapun kondisi tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan lapangan kerja, diskriminasi dan kemungkinan terjadinya stigma bagi penyandang disabilitas di tempat kerja. Ketersediaan lapangan kerja bagi penyandang disabilitas juga ada lebih banyak di sektor pelayanan jasa dan ritel dibandingkan sektor industri.

“Rendahnya partisipasi sektor industri dipengaruhi oleh permasalahan seperti tidak tersedianya akses di tempat kerja, ada kesenjangan sosial yang tidak kalah adalah karena pelatihan pendidikan yang tidak inklusif,” tandasnya.

Baca juga:
Pengusaha Minta Pemerintah Beri Insentif Perusahaan Pekerjakan Penyandang Disabilitas
Kakek Difabel di Payakumbuh Bawa Uang Rp82 Juta dalam Karung, Butuh 2 Hari Menghitung
Kakek Sebatang Kara Bikin Kaget, Ditemukan Karung Isi Rp90 Juta di Rumahnya
Stafsus Jokowi Puji Kapolri Beri Kesempatan Disabilitas Jadi ASN
Tunanetra Bersaudara di Palestina Bertahan Hidup dengan Membuat Rajutan
Perjuangan Petani di Manggarai Timur Demi Sembuhkan Anak dari Kelumpuhan
Keterbatasan Fisik Tak Membuatnya Berbeda

Berita terkait: