Melestarikan Tradisi Adat Kerajaan, Raja-Raja Timor Bentuk Dewan Adat Tim

Sebanyak 11 keturunan Raja Kerajaan Timor meliputi wilayah Timor Barat dan Timur Timur kembali berkumpul setelah ratusan tahun digelarnya pertemuan resmi raja-raja Timor pada tahun 1756 silam.

Pertemuan kali ini digelar di kediaman mantan Gubernur Timor-Timur (Negara Timor Leste saat ini) Alm Abilio Soares, di Kupang Nusa Tenggara Timur, Sabtu (17/10/2020). Pertemuan ini merupakan ajang silahturahmi kembali raja-raja Timor sekaligus membahas tentang pembentukan Dewan Adat Timor.

Antropolog Pater Gregor Neonbasu, SVD menjelaskan, pertemuan serupa pernah dilakukan dulu kala yang diinisiasi oleh Belanda untuk tujuan pembagian teritori wilayah jajahan antara Belanda dan Portugis pada tahun 1756. Berbeda dengan sekarang, momentum ini sebagai ajang pemersatu raja-raja Timor agar terus melestarikan nilai budaya agar tidak tergerus modernisasi.

“Ini merupakan awal jelang pertemuan akbar nanti. Sementara telah disepakati bersama konsep pembentukan Dewan Adat Timor yang terdiri dari 12 orang baik itu dari kerajaan untuk Wilayah Timor-Timur serta Timor-Barat,” jelas Pater Gregor.

“Tugas mereka adalah elaborasi antara raja-raja dalam eksestensi kepentingan untuk memperjuangkan hak serta kewajiba masyarakat Timor kedepan, dalam era modern seperti sekarang”, ungkapnya.

Momen pertemuan ini bukan sebagai bentuk unjuk kekuasaan, namun dari pada ini sebagai upaya memastikan keberadaan kerajaan di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, dideklarasikan “Dewan Adat Timor (DAT) oleh 11 Dewan Adat dengan tugas untuk melindungi, menjaga, membela serta memperjuangkan hak-hak sosial, budaya, ekonomi, pendidikan, hukum, kesehatan dan politik, termasuk menjaga aset masyarakat adat timor dalam wadah NKRI.

Berita terkait: