Matakin Minta Pemerintah Prioritaskan Penanganan Covid-19

Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia ( Matakin ) menyatakan, situasi nasional terkait pandemi virus corona atau Covid-19 sejauh ini belum bisa dikendalikan dengan baik.

Kondisi tersebut, tercermin dengan adanya penambahan kasus harian yang semakin besar dan sebaran virus terus meluas. Selain itu, jumlah kasus aktif yang terus meningkat, dikhawatirkan akan melampaui kapasitas yang dimiliki rumah sakit penanganan Covid-19.

Ketua Umum Dewan Rohaniawan/Pengurus Pusat Matakin , Xs Budi S Tanuwibowo, mengatakan, kondisi itu diperparah dengan masih rendahnya disiplin masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan.

“Terbukti, munculnya berbagai klaster baru di perkantoran, termasuk instansi pemerintah, rumah tangga dan sebagainya,” kata Budi dalam siaran pers yang diterima , Rabu (23/9/2020).

BACA JUGA

Dua Hari Dibuka, Tower 4 Wisma Atlet Kemayoran Sudah Terisi 34%

Budi mengatakan, pandemi Covid-19 juga membuat daya tahan masyarakat terus menurun, terutama dalam menghadapi tekanan hidup yang semakin berat dan sulit. Sehingga, potensi keresahan sosial semakin rawan dan mengkhawatirkan.

“Terkait kondisi tersebut, Matakin mengajak, mengimbau, dan menyerukan kepada seluruh masyarakat tanpa kecuali, untuk meningkatkan dan menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin ketat dan konsistensi tinggi,” tegasnya.

Menurut Budi, Matakin juga meminta pemerintah melakukan pengetesan masal dan masif sebagai prioritas utama, yang dilakukan rayon per rayon secara tuntas. Bila didapati orang yang positif segera lakukan tindakan cepat, agar tidak menulari komunitasnya.

“Bisnis, ekonomi, politik dan lainnya, bertujuan untuk perbaikan kehidupan dan kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, faktor kesehatan apalagi yang menyangkut orang banyak haruslah didahulukan,” imbuhnya.

BACA JUGA

Matakin Tuntaskan Pemugaran Makam Djiauw Kie Siong

Budi mengatakan, Matakin juga menyoroti penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 di tengah pandemi Covid-19.

” Matakin mengusulkan agar penyelenggaraan Pilkada serentak 2020 sebaiknya ditunda saja. Pasalnya, Pilkada berpotensi memicu penyebaran Covid-19 bisa makin meluas,” tandasnya.

Budi menambahkan, Matakin juga mengajak segenap komponen dan elite bangsa, untuk menyisihkan semua perbedaan dan kepentingan masing-masing dan bersatu-padu dalam mengatasi pandemi Covid-19.

“Kini bukan saatnya untuk berpolitik dan bertarung. Rumah kita sedang terbakar. Saatnya untuk mengambil peran untuk memadamkannya bersama-sama,” pungkasnya.

Berita terkait: