Malaysia Buka Pintu Pasien Mancanegara untuk Berobat

Pemerintah Malaysia telah mengumumkan dibukanya kembali perbatasan internasional bagi wisatawan kesehatan dari luar negeri pada 19 Juni 2020 lalu. Hal ini berarti, negeri Jiran itu telah membuka pintu pasien mancanegara untuk berobat.

Sejalan dengan kebijakan pemerintah, Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) menyampaikan sejumlah prosedur operasi standar (SOP) yang telah disetujui oleh pemerintah terkait perawatan kesehatan di Malaysia.

Chief Commercial Officer Malaysia Healthcare Travel Council, Yazmin Azman menjelaskan, kesehatan dan keselamatan pasien serta pengunjung merupakan prioritas utama, terutama saat melakukan perawatan kesehatan di Malaysia. Inisiatif ini memungkinkan wisatawan kesehatan untuk kembali mendapatkan akses pelayanan kesehatan di negara dimana Covid-19 ditangani dengan baik.

“Kami menyambut baik keputusan pemerintah untuk kembali membuka perbatasan internasional bagi wisatawan kesehatan, yang diikuti dengan kontrol dan protokol kesehatan yang sangat ketat. Hal ini menandai kemajuan yang sangat positif untuk perekonomian Malaysia serta bangkitnya industri wisata kesehatan kami,” ungkap Yazmin di sela webinar Malaysia Healthcare, Jumat (17/7/2020).

Yazmin menambahkan pada periode Perintah Kawalan Pergerakan Pemulihan (PKPP) ini, pintu masuk internasional masih ditutup dan belum menerima kedatangan wisatawan luar negeri. Namun, pariwisata domestik secara bertahap telah dibuka. Selama periode pemulihan menuju new normal ini beberapa kegiatan dan sektor akan dilonggarkan atau dibuka berdasarkan SOP yang ditetapkan. Perizinan perawatan kesehatan diberikan dengan sejumlah SOP yang ketat dan hanya berlaku kepada pasien dengan kategori khusus.

Vice President Facilitation Malaysia Healthcare Travel Council, Norhaslina Othman menjelaskan, saat ini Malaysia Healthcare memasuki tahap satu, dimana hanya wisatawan kesehatan yang membutuhkan perawatan khusus dan intensif, termasuk pasien dari Indonesia, dapat mengajukan permohonan masuk ke Malaysia selama periode PKPP.

“Pasien wajib membuat appointment letter dengan rumah sakit anggota dari MHTC, rumah sakit kemudian akan mengajukan izin masuk Malaysia untuk perawatan medis melalui MHTC atas nama pasien dan efektif sejak tanggal 1 Juli 2020,” jelas Norhaslina.

Pasien yang akan menjalankan perawatan kesehatan wajib mematuhi peraturan imigrasi yang difasilitasi oleh MHTC. Pasien harus menjalankan isolasi selama 14 hari di Rumah Sakit anggota MHTC sesuai dengan protokol isolasi yang berlaku di setiap rumah sakit tersebut.

SOP ini tidak hanya berlaku kepada pasien yang sudah pernah berobat ke rumah sakit dibawah naungan MHTC saja, namun SOP ini berlaku pula pada semua calon wisatawan kesehatan yang mendaftar melalui MHTC untuk tujuan perawatan.

“Apabila pengobatan sudah selesai, pasien dan pendamping diwajibkan melakukan tes PCR kembali, jika hasil tes Covid-19 negatif, pasien dan pendamping akan diperbolehkan kembali ke negara asal,” tutupnya.

Berita terkait: