MAKI Minta Aset Djoko Tjandra Dibekukan

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman meminta agar seluruh aset yang dimiliki buronan kasus Bank Bali, Djoko Tjandra dapat dibekukan negara. Permintaan tersebut perlu dilakukan mengingat masih ada banyak aset Djoko Tjandra yang berada di Indonesia, tetapi tidak bisa disita.

“Belum ada dasarnya untuk dirampas negara (aset Djoko Tjandra). Saya hanya minta dibekukan karena pemiliknya buron,” kata Boyamin Saiman ketika diminta komentarnya terkait masih adanya aset Djoko Tjandra di Indonesia, Kamis (23/7/2020) di Jakarta.

Diacak-acak Djoko Tjandra, 2 Jenderal Polri Dicopot dari Jabatan

Dalam kesempatan itu, Boyamin juga mengetahui bahwa negara telah melakukan perampasan harta milik Djoko Tjandra sebesar Rp 546 miliar pada 2012. Dalam putusan kasasi, MA menyatakan Djoko Tjandra bersalah dan harus membayar denda Rp 15 juta, serta uangnya di Bank Bali sebesar Rp 546.166.116.369 dirampas untuk negara.

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Hari Setiyono, menegaskan, penyitaan aset Djoko Tjandra tentunya tidak bisa dilakukan jika tidak ada putusan yang berkekuatan hukum tetap.

Baca juga:  Polri Keluarkan Surat Bebas Covid-19 untuk Djoko Tjandra

“Untuk apa aset-asetnya disita dan dalam perkara apa? Mungkin yang berpendapat tidak tahu permasalahan. Pelajari dulu putusan MA,” kata Hari Setiyono.

Berita terkait: