Lumbung Pangan Nasional Jadi Solusi Ketergantungan Impor

Program food estate dinilai memiliki nilai strategis secara geostrategi dan geopolitik bagi bangsa Indonesia, sehingga memang layak dipercayakan kepada Kementrian Pertahanan (Kemhan) untuk menjadi leading sector yang akan mengkoordinasikan kementerian-kementerian terkait.

Pengamat politik, Adi Prayitno menilai, langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Kemhan yang dikomandoi duet Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto dan Wamenhan Sakti Wahyu Trenggono sebagai pimpinan program lumbung pangan nasional melalui food estate sudah tepat. Food estate dinilai bisa menjadi solusi untuk mengatasi ketergantungan impor pangan, terutama di masa pandemi Covid-19.

“Itu untuk jangka panjang memang kita harus mulai mengamputasi ketergantungan impor di semua sektor, kan pangan banyak sekali macam-macamnya. Tapi yang paling penting untuk jangka menengah, terutama di masa pandemi begini kita di Indonesia jangan sampai kekurangan pangan,” ujar Adi, Sabtu (18/7/2020).

Adi meyakini Kemhan yang dipimpin duet Prabowo-Trenggono mampu mengemban tugas yang diberikan oleh Jokowi. Pasalnya, selain ahli pertahanan, Prabowo dinilai memiliki kemampuan yang tidak kalah hebat di bidang pertanian. Trenggono pun memiliki skill dalam manajemen, khususnya untuk pembiayaan yang mumpuni.

“Prabowo itu kalau dibelah passion -nya ada di pertahanan dan pertanian. Dari dulu memang visi misinya soal ketahanan pangan dan keamanan. Passion dan style Prabowo ya dua hal itu,” tutur dia.

Food estate merupakan konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan bahkan peternakan di suatu kawasan. Rencananya food estate ini akan menjadi salah satu Program Strategis Nasional (PSN) 2020-2024. Menurut Adi, Prabowo sosok yang total dan berpengalaman dalam bertugas sejak ditunjuk jadi menteri.

“Wajar kalau kemudian presiden mempercayakan program ketahanan pangan ini kepada Prabowo. Karena Prabowo ini dianggap menteri yang relatif total dan all out bisa bekerja di tengah pandemi,” tandas Adi.

Adi menuturkan, salah satu bukti totalitas Prabowo bertugas menjadi Menhan adalah menyisihkan 80 persen anggaran Kemhan untuk mengantisipasi pandemi Covid-19. Hal itu, merupakan keseriusan Prabowo dalam bekerja.

“Artinya, presiden ini cukup percaya dengan kerja-kerja Prabowo di tengah pandemi. Makanya, kemudian Prabowo juga diminta untuk menjadi koordinator program ketahanan pangan. Saya kira beralasan,” tandas Adi.

Berita terkait: